Page 462 - THAGA 2024
P. 462
lama ditinggal. Ini hal basic, kalo masih mau survey ya jangan
pacaran, survey itu ditahap pdkt, kalau pacaran itu tujuan nya
persiapan untuk nikah, bukan fasenya lagi untuk cari sana-sini,
tapi lebih fokus ke kenal karakter masing-masing. Apalagi kalau
udah pacaran melibatkan kontak fisik.” Nabila tampak masih
gusar, seperti orang yang sedang ovt.
“Ini prediksiku, ya, Nab. Kalo hubungan ini kamu lanjutkan.
Kamu akan sampai di titik trust issue. Lalu menuju mati rasa,
akhirnya sulit untuk percaya. Dan bakal susah untuk kembali
bisa positif thinking terhadap keberhasilan menjalani suatu
hubungan.” Sengaja aku melontarkan statement ngawur untuk
semakin membuatnya gusar.
“Sepertinya memang benar kalau lebih baik dicintai daripada
mencintai.” Setelah mengatakan pernyataan itu, Nabila hanya
diam. Matanya memandang jauh.
Suasana kabin menjadi hening. Seolah malas untuk
memulai topik pembicaraan, aku mulai menaikkan volume suara
musik di dalam kabin kendaraan. Tembang-tembang lembut
menemani laju kendaraanku hingga exit tol Waru. Hawa yang
tadinya sejuk alami kini menjadi dingin buatan ac. Kamipun tiba
di parkiran hotel.
Pikiranku bertanya dan semakin menegaskan bahwa
mengapa dalam kasus perselingkuhan, banyak yang sudah
memiliki pasangan yang tampan dan cantik tapi dia selingkuh?
bahkan dengan yang di bawah pasangannya. Tentu itu
bukan karena tampang semata, tapi yang mereka cari adalah
adrenalin. Seperti mengapa banyak wanita yang memilih laki-
laki yang berandal, itu karena adrenalin yang ingin dia rasakan.
Sesampai di kamar hotel, otomatis pencahayaan menerangi
ruangan kala acces card diaktifkan. Nabila segera menghambur
454 THAGA
GALGARA