Page 205 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 205

SEMINAR NASIONAL 2017
               Malang 10 April 2017

               Tampilan Lendir Berahi
                      Aktivitas sel-sel goblet di dalam servix disebabkan karena tingginya kadar estrogen di
               dalam darah yang mempengaruhi pengeluaran lendir (Suharto, 2003). Lendir servik pada saat
               berahi  memiliki  intensitas  yang  berbeda  pada  tingkatan  siklus  berahi  (Salisbury  dan
               Vandemark, 1985). Lendir servik dihasilkan oleh sel-sel goblet yang terdapat di dalam servik,
               sehingga terjadi penimbunan air pada sitoplasma. Tekanan air pada sitoplasma semakin lama
               semkin  meningkat  sehingga  menyebabkan  sel-sel  goblet  dalam  serviks  pecah  dan
               mengeluarkan lendir. Kadar estrogen mempengaruhi aktivitas sel-sel goblet. Semakin tinggi
               aktivitas  sel  goblet  maka  semakin  banyak  intensitas  lendir  (Suharto,  2003).  Aktivitas  sel
               goblet  yang  semakin  tinggi  dapat  mempengaruhi  sifat  lendir  seperti  jumlah  lendir  yang
               berlebih, bening, lekat dan banyak mengandung runtuhan jaringan (Salisbury dan Vandemark,
               1985).


               3.  Metodologi

               Materi
                      Penelitian  dilaksanakan  pada  tanggal  4  Agustus  –  5  September  2016  di  kandang
               domba milik warga Desa Tegallurung Kecamatan Bulu Kabupaten Temanggung. Penelitian
               ini mengamati tampilan berahi domba akibat perlakuan kadar Medroxy Progesterone Acetate
               (MPA) yang berbeda. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah domba sebanyak 22
               ekor sebagai ternak perlakuan dengan 20 mg MPA dan 30 mg MPA, domba yang digunakan
               adalah domba milik peternak di  Tegallurung. Domba diketahui  sudah pernah beranak, dan
               sudah dipastikan merupakan domba dalam keadaan tidak bunting.

               Persiapan Penelitian
                       Persiapan  penelitian  terdiri  dari  pemilihan  domba  di  Desa  Tegallurung,  Bulu,
               Temanggung. Persiapan alat meliputi pembuatan spons vagina dan applicator spons vagina,
               pembuatan  tempat  pakan  ternak  dan  pemasangan  spons  vagina  pada  ternak.  Proses
               pemasangan spons vagina yaitu mula-mula tangan harus memakai lateks agar tidak terkena
               dampak dari penggunaan hormon progesteron, ambil salah satu spons lalu oleskan betadine
               pada  tiga  sisi  spons  sebagai  antibiotic,  spons  di  implan  ke  dalam  vagina  menggunakan
               applicator sinkronisasi. Setelah 14 hari dilakukan pencabutan spons dengan menarik tali yang
               tersisa diluar vulva.
                       Pakan  yang  digunakan  untuk  flushing  yaitu  terdiri  dari  dedak,  onggok,  pollard,
               bungkil kelapa, bungkil kedelai dan molasses. Flushing pakan pada domba yang telah terpilih
               dilakukan  selama  21  hari  yaitu  7  hari  sebelum  hingga  pencabutan  spons,  dengan  jumlah
               pemberian 400g/ekor/hari.

               Pelaksanaan Penelitian
                       Pelaksanaan  penelitian  dimulai  dengan  pengambilan  data  pada  masa  estrus/berahi
               untuk mengetahui pengaruh sinkronisasi berahi dengan penambahan pakan terhadap tampilan
               estrus/berahi  pada ternak, pengambilan data dilakukan setiap 6 jam sekali. Parameter  yang
               diamati dalam penelitian ini adalah
               1.  Pembengkakan vulva
                      Pengambilan  data  ini  dilakukan  dengan  cara  mengukur  lebar  garis  vulva  dengan
               menggunakan  jangka  sorong,  karena  semakin  bengkak  vulva  maka  akan  menarik  dinding
               vulva  ke  kanan  dan  kekiri  sehingga  lubang  vulva  semakin  panjang  (Damayanti  dan
               Ismudiono, 2014).




                              “Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia”     194
   200   201   202   203   204   205   206   207   208   209   210