Page 406 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 406
SEMINAR NASIONAL 2017
Malang 10 April 2017
Dari gambar tersebut diatas, menunjukkan bahwa model Kemp merupakan
perpanjangan dari ADDIE dan memungkinkan untuk umpan balik terus menerus, semua
faktor dalam lingkungan belajar yang harus dipertimbangkan. Kekuatan yang paling penting
dari Model Kemp adalah berfokus pada kebutuhan peserta dan tujuan pelatihan.
Kendala yang mungkin dihadapai dalam implementasi model ADDIE ditempat kerja
diantaranya; (1) Pada tahap analisis: dimana pada saat melakukan anailisis kinerja dan analisis
kebutuhan, kekhawatiran tidak fokusnya seseorang dalam menganalisis kinerja dan
kebutuhan, apakah analisis yang dilakukan memang benar-benar suatu hal yang sangat
penting. Jika hal tersebut terjadi maka akan sangat berpengaruh terhadap tahapan desain
selanjutnya; (2) Pada tahap desain: Kendala yang mungkin dihadapi adalah menetapkan
pengalaman belajar kepada pembelajar, hal ini terkait dengan desain tes, perangkat
pembelajaran, yang membutuhkan biaya, kendala utama adalah jika dalam mengembangkan
program tidak didukung oleh dana atau anggaran; (3) Pada tahap pengembangan: Kendala
yang mungkin dihadapi adalah tidak tersedianya media yang sesuai dengan karakteristik mata
pelajaran, dan karakteristik pembelajar, padahal media yang dimaksudkan sangat menunjang
ketercapaian kompetensi bagi pembelajar; (4) Pada tahap Implementasi: Kendala yang
dihadapi pada tahap ini, bisa datang dari pengajar maupun dari pembelajar itu sendiri, dari
pihak pembelajar, adanya ketidak sesuaian metode yang sudah dirancang sejak awal dengan
metode yang dilakukan dilapangan, hal ini mungkin saja terjadi jika kondisi dilapangan tidak
mendukung untuk menerapkan metode yang telah ditetapkan. Sementara dari pihak pengajar,
adalah menurunnya minat belajar pada saat penyampaian materi; (5) Pada tahap evaluasi:
kendala yang mungkin dihadapi adalah bagaimana menentukan kriteria evaluasi, memilih alat
untuk evaluasi, dan mengadakan evaluasi secara akurat yang sesuai dengan kondisi yang
diharapkan
5. Kesimpulan
Model ADDIE adalah sebuah kerangka yang dapat digunakan untuk mengembangkan
program pelatihan pemanfaatan ICT untuk Penyuluh Pertanian Lapang di Kabupaten Malang.
Model ADDIE ini merupakan pedoman untuk pelatihan yang terdiri dari lima fase yaitu,
Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Keseluruhan tahapan yang ada pada
model ADDIE dapat di implementasikan atau digunakan dalam program pelatihan untuk
upaya meningkatkan kompetensi dan pengetahuan penyuluh terkait ICT. Dengan langkah-
langkah ini, pelatihan penyuluh dapat berjalan sistematis dan akan menghasilkan hasil yang
diinginkan.
Daftar Pustaka
Cahyono ED, 2016. Chalenges of Implementing Participatory Extention in Indonesia :
Department of Mass Communication, Delta state of university, Abraka.
Dick, W., Carey, L. & Carey, J. O. 2005. The systematic design of instruction. Harper Collin
College Publisher :Boston
Depdiknas. 2003. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang
Sistem Pendidikan Nasional. Depdiknas. Jakarta
Heinich, R., Molenda, M., Russell, J. D., & Smaldino, S.E. (2002). Instructional media and
technology for learning, 7th edition. NewJersey: Prentice Hall, Inc.
“Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia” 395

