Page 408 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 408

SEMINAR NASIONAL 2017
               Malang 10 April 2017

                  ANALISIS PELUANG GREEN INVESMENT MELALUI INTEGRASI POTENSI
                  PERTANIAN DAN PETERNAKAN LOKAL DI KAWASAN BROMO TENGGER
                           (KABUPATEN PROBOLINGGO, PASURUAN DAN MALANG)

                                                                   2
                                       1 Medea Ramadhani Utomo,  Budi Prasetya.

                               Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

                        Korespondensi Penulis: Medea Ramadhani Utomo, medea_ramadhani@yahoo.com


                                                         Abstrak

               Peluang Green Invesment di dataran tinggi menjadi upaya sentral untuk penguatan ekonomi lokal bagi
               masyarakat  petani  kecil,  realita  yang  terjadi  masih  banyak  petani  yang  belum  mampu  mengakses
               kesempatan-kesempatan investasi tersebut. Dari kasus ini maka analisis potensi harus dilakukan secara
               kompleks  dengan  mempertimbangkan  1)  Mengidentifikasi  peluang  green  investasi  melalui  potensi
               usaha  di  bidang  pertanian,  2)Mengintegrasikan  peluang  usaha  di  bidang  pertanian  dengan  potensi
               usaha  di  bidang  peternakan  sebagai  daya  dukung  green  investasi,  3)  Strategi  pengembangan  green
               investasi  secara  kompleks  melalui  integrasi  potensi  pertanian  dan  peternakan  berbasis  lokal.  Hasil
               yang diperoleh dari penelitian ini, bahwa terdapat komoditas strategis seperti kentang, bawang prey
               dan peternakan sapi untuk dijadikan sebagai komoditas sasaran investasi lokal. Selain itu kelayakan
               investasi  hijau juga  menilai  dari  sisi  prosentase  kapasitas usaha,  produksi,  dan sumber  daya  modal
               serta  sarana  prosuksi  yang  lebih  dititik  beratkan  pada  sumber  daya  lokal  baik  di  bidang  pertanian
               maupun  peternakan.  Arah  strategis  dari  adanya  peluang  green  investasi  tersebut,  kemudian  akan
               menghasilkan  unit-unit  usaha  baru  seperti  “Unit  Usaha  Konservasi”  bagi  daerah  rawan  bencana
               longsor,  “Unit  Stabilisasi  Pangan  Desa”  bagi  daerah  rawan  pangan  dan  “Intensifikasi  Pertanian
               Organik”  bagi  daerah  yang  mengalami  degradasi  sumber  daya,  dan  dikelola  secara  mandiri  oleh
               masyarakat lokal bersama dengan petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

               Kata Kunci:    Investasi Hijau, Pertanian Organik, Stabilisasi Pangan, Usaha Konservasi,  TNBTS.



               1.  Pendahuluan
                      Green  investasi  berbasis  inovasi  merupakan  agenda  penting  pembangunan  nasional
               karena diyakini dapat menjadi penggerak perekonomian desa dengan lebih cepat. Juga bagian
               integral  dalam  upaya  perumusan  kebijakan  pembangunan  daerah.  Inovasi  akan  menjadi
               bagian  dari  kegiatan  ekonomi  masyarakat  apabila  dibutuhkan  oleh  masyarakat  dan
               memberikan nilai ekonomis. Jika tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tidak mampu
               meberikan nilai ekonomis maka inovasi akan mati dengan sendirinya.
                      Di  sisi  lain,  potensi  peluang  usaha  hijau  untuk  pemupukan  modal  dasar  konservasi
               berdasarkan pendapat responden masih didominasi oleh kegiatan usaha pertanian, peternakan
               terutama sapi dan babi, dan jasa keuangan. Perdagangan juga dianggap penting tetapi hanya
               sedikit  yang  merekomendasikan.Dari  seluruh  rekomendasi  responden,  peternakan  menjadi
               bidang usaha yang paling favorit karena dianggap beresiko rendah.Berdasarkan atas kondisi
               tersebut,  maka  perlu  dilakukan  pemetaan  terhadap  peluang  investasidi  desa  inovasi  agar
               investasi yang akan dilakukan menjadi aman dan menguntungkan.
                      Karena sifatnya  yang sangat fundamental dalam perencanaan, maka analisis potensi
               harus  dilakukan  secara  sistematik  dengan  mempertimbangkan  aspek  penurunan  potensi
               menjadi sebuah aktifitas ekonomi riel. Oleh karena itu, pemetaan potensi sebaiknya diawali
               dengan perumusan indikator kunci, penentuan metode penggalian yang tepat, serta pemberian




                              “Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia”    397
   403   404   405   406   407   408   409   410   411   412   413