Page 413 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 413

SEMINAR NASIONAL 2017
               Malang 10 April 2017

               dari dalam desa, dan 20% dari luar desa, maka dengan upaya swadaya benih dari masyarakat
               lokal  akan  mempertahankan  eksistensi  pertanian  khususnya  untuk  komoditas  kentang.
               Sedangkan rata-rata harga jual kentang di Desa Wonokitri Rp. 7.000 sampai Rp. 8.000.
                      Komoditas  lain  yang  diunggulkan  di  Desa  Wonokitri  adalah  bawang  pre  (bawang
               daun). Hampir seluruh masyarakat Desa Wonokitri menanam bawang pada lahan seluas < 0.5
               Ha. Rata-rata  kebutuhan pupuk organik untuk budidaya bawang pre hanya 50 kg, sedangkan
               untuk kebutuhan pupuk anorganik 200 kg. Dengan kebutuhan pupuk tersebut maka tergolong
               efisien biaya produksi dan mudah dalam pemeliharaannya. Apalagi didukung adanya pupuk
               kompos, karena limbah bawang pre banyak dimanfaatkan sebagai pupuk kompos. Sementara
               jika ditinjau dari segi harga memang harga bawang pre di Wonokitri cukup tinggi. Rata-rata
               harga jual bawang di Desa Wonokitri Rp. 9.000 sampai Rp. 10.000.
                      Komoditas pertanian yang lain dan menjadi komoditas utama di desa Wonokitri yakni
               komoditas  kubis.  Komoditas  hortikultura  tersebut  memang  cukup  potensial  untuk
               dikembangkan  di  desa  Wonokitri.  Penanaman  kubis  rata-rata  dilakukan  pada  luasan  lahan
               sebesar < 0.5 Ha sebesar 89%, dengan luas lahan 0.5 Ha - 1 Ha sebesar 11%. Luasan lahan
               tersebut ditanami dengan menggunakan benih yang 100% bersertifikasi. Apalagi masyarakat
               lokal belum bisa membuat benih sendiri. Harga benih kubis sekitar Rp. 60 per biji, artinya
               harga tersebut  masih bisa dijangkau secara  ekonomis.  Sementara rata-rata harga jual kubis
               Rp. 2.000 sampai Rp. 3.000.

               a.  Integrasi Potensi Peternakan dengan Usaha di Bidang Pertanian

               Integrasi  Potensi  Peternakan  dengan  Usaha  Pertanian  di  Desa  Jetak,  Kabupaten
               Probolingo
                      Selain  usaha  di  bidang  pertanian,  terdapat  usaha  peternakan  di  kawasan  penelitian
               yang menjadi penentu bagi kestabilan ekonomi rumah tangga. Masyarakat desa Jetak yang
               memiliki usaha ternak kuda sebesar 20% dan selebihnya fokus pada usaha pertanian dan juga
               wisata. Kuda menjadi hewan ternak yang utama untuk dipelihara, karena nilai ekonomis kuda
               tidak pada produktifitas atau untuk dijual langsung kepada konsumen. Ternak kuda lebih pada
               pengkomersialan di bidang jasa pariwisata.
                      Beberapa  karekteristik  usaha  pengelolaan  hewan  ternak  kuda,  pelaku  usaha  hampir
               seluruhnya  sudah  berpengalaman  selama  lebih  dari  10  tahun  menjalankan  usaha  tersebut.
               Kuda  tersebut  dijaga  dengan  baik  agar  terus  sehat  dan  bisa  digunakan  untuk  menambah
               perekonomian masyarakat. Untuk menjaga agar kuda tetap sehat maka sanitasi dan kapasitas
               kandang  sangat  diperhatikan  oleh  masyarakat.  Kandang  yang  digunakan  untuk  kuda
               bekapasitas rata-rata 3 ekor. Lokasi kandang ternak terpisah dengan pemukiman warga.
                      Berkaitan dengan harga pada saat weekend dan hari libur atau saat ada acara tertentu
               di  wilayah  tersebut,  mereka  mendapatkan  penghasilan  yang  lebih  dibandingkan  biasanya.
               Sementara untuk harga jual kuda yang siap tunggang Rp. 12.000.000 sampai Rp. 15.000.000.
               Berkaitan dengan hal tersebut, tentunya kuda juga membutuhkan pakan berupa rumput 1,5
               sampai 2 kg per hari. Berasarkan informasi rata – rata masyarakat yang memiliki kuda 100%
               digunakan untuk disewakan sehingga ternak kuda menjadi jenis usaha yang cukup baik untuk
               dikembangkan di desa Jetak.
                      Nilai  lebih  yang  diperoleh  masyarakat  dari  hasil  usaha  jasa  kuda,  sebagian
               keuntungannya diperuntukkan untuk persiapan sarana produksi pertanian, baik diperuntukan
               dalam  bentuk  bibit,  pupuk  dan  pestisida.  Sebagian  hasil  keuntungan  dari  jasa  wisata
               membantu  kebutuhan  sarana  produksi  pertanian,  terutama  saat  terjadinya  krisis  panen  dan
               turunnya  harga  jual  komoditas  pertanian  khususnya  kentang  dan  kobis.  Dalam  hal  ini
               keberadaan usaha jasa wisata memberikan dampak pada keberlangsungan usaha tani sampai
               menghasilkan panen yang optimal. Jika hasil pertanian dapat dioptimalkan maka kebutuhan
               pakan  ternak  juga  akan  terus  terjamin.  Oleh  karena  itu  upaya  subsidi  silang  ini  menjadi




                              “Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia”    402
   408   409   410   411   412   413   414   415   416   417   418