Page 417 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 417
SEMINAR NASIONAL 2017
Malang 10 April 2017
5. Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
Peluang investasi yang memungkinkan di Desa Jetak Kabupaten Probolinggo adalah
usaha ternak kuda denganharga jual kuda yang siap tunggang Rp. 12.000.000 sampai Rp.
15.000.000 dan komoditas bawang pre dengan penggunaan lahan pertanian rata-rata 0,5 – 1
Ha, dengan kapasitas lahan tersebut memungkinkan calon investor untuk lebih memberikan
kesempatan financial kepada kelompok / pelaku usaha. Di Desa Ngadas Kabupaten Malang
yang potensial adalah komoditas kentang dengan pengunaan lahan rata-rata lebih dari 1 Ha
dan harga jual great A Rp. 4000 sampai Rp. 5000 / kg, alternatif lainnya adalah usaha
pembibitan dalam rangkamemperoleh margin secara optimal. Untuk Desa Wonokitri
Kabupaten Pasuruan yang paling potensial adalah ternak sapi dengan harga jual rata-rata Rp.
15.000.000 / ekor. Di samping itu dari kotoran ternak sapi, mampu diolah sebagai unit usaha
mandiri bagi kelompok sebagai gerakan swadaya pupuk dan benih di level komunitas desa.
Melalui sistem Green Invesment Fund, Integrasi yang paling signifikan memberikan
keberlanjutan usaha dan keseimbangan ekosistem ini adalah 1) sisa panenan, rompesan sayur,
limbah rumah tangga yang termanfaatkan sebagai pakan ternak sapi maupun babi, 2) limbah /
kotoran ternak yang diolah menjadi gas maupun termanfaatkan untuk bahan dasar pupuk, 3)
usaha ternak kuda yang berorinetasi pada jasa wisata / usaha alternative non pertanian.
Strategi pengembangan Green Invesment Fund berproses pada berbagai integrasi
potensi usaha yang kemudian membentuk unit usaha baru dan terkelola pada suatu sistem
yang dinamakan Green Invesment Fund. Sistem ini menjalankan fungsi sebagai akomodasi di
berbagai jalur investasi usaha produktif pertanian, peternakan dan lingkungan. Dari aktivitas-
aktivitas tersebut muncul sharing profit dalam rangka eksistensi petani dan pemupukan aset
usaha di level desa.
Saran
Diperlukan kajian secara mendalam terkait simulasi pembiayaan investasi pertanian,
yang kemudian dilakukan perhitungan secara mendetail yang ditelaah lebih lanjut oleh Dinas
Pertanian dan beberapa pelaku usaha sector pertanian. Perlunya perencanaan investasi
pertanian dengan mempertibangkan akuntabilitas dan profitabilitasnya dalam rangka
mengantisipasi terjadinya resiko kegagalan dalam mengelola usaha pertanian maupaun
peternakan.
Pelaku usaha ekoomi produktif perlu didorong dengan berbagai program swadaya
masyarakat yang inovatif, dengan berkolaborasi dengan lembaga pembiayaan yang tidak
cenderung ekplitatif terhadap aset ekonomi mapun sumber daya ekonomi yang ada di
pedesaan. Selain itu pelaku usaha didororng untuk berimprovisasi dan melakukan konsolidasi
secara horizontal terhadap warga desa maupaun konsolidasi vertical terhadap pemangku
kebijakan atas sumber dana usaha produktif, dalam rangka kemudahan akses sumber daya
modal dan keberlanjutan investasi pertanian
Daftar Pustaka
Freeman C., (1987). "The Network Of Institutions In The Public And Private Sectors Whose
Interactions Initiate, Import, Modify And Diffuse New Technologies" In Technology
and Economic Performance: Lessons from Japan. Pinter : London
Global Innovation Indeks (2015): The Global Innovation Index 2015: Effective Innovation
Policies for Development, Fontainebleau, Ithaca, and Geneva.
“Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia” 406

