Page 420 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 420
SEMINAR NASIONAL 2017
Malang 10 April 2017
Tanggulangin berdasarkan luas lahannya membutukan total benih padi sebesar 5,125 ton per
musim tanam. Tingginya ketergantungan benih tersebut menyebabkan perlunya
dikembangkan model desa mandiri benih sebagai salah satu alternatif dalam upaya
menciptakan dan menumbuhkan kedaulatan petani akan benih padi.
Dalam penyampaian informasi/ inovasi terutama sesuatu yang baru bagi petani
agar mudah diterima dan diterapkan maka persepsi atau pandangan petani akan suatu
informasi/inovasi adalah langkah awal yang harus dilalui sedangkan persepsi petani
berhubungan dengan latar belakang atau karakteristik petani yang dalam kerangka teoritis
persepsi disebut faktor internal atau faktor personal (Rakhmat, 2001 dalam Pratama,
2010). Petani di Desa Tanggulangin walaupun merupakan masyarakat yang homogen sebagai
masyarakat agraris tetapi secara individual memiliki karakteristik yang berlainan sehingga
persepsi dan penerimaan petani juga diduga berbeda satu sama lain
Tujuan utama dari penelitian adalah untuk mengetahui faktor internal petani
terhadap pelaksanaan penyuluhan “Pengenalan Model Desa Mandiri Benih”; (2) Mengetahui
persepsi petani terhadap Model Desa Mandiri Benih; (3) Mengetahui hubungan faktor internal
petani dengan persepsi petani terhadap Model Desa Mandiri Benih; dan (4). Mengetahui
tingkat pengetahuan petani setelah pelaksanaan penyuluhan “Teknologi Produksi Benih Padi”
yang merupakan prasyarat utama pelaksanaan Model Desa Mandiri Benih.
Penelitian ini merupakan tahapan awal agar petani di Desa Tanggulangin dapat
memberdayakan dirinya sehingga dapat berdaulat dalam ini berdaulat atas benih unggul dan
bermutu. Diharapkan dari hasil penelitian ini menjadi bahan masukan selanjutnya dalam
upaya pengembangan Model Desa Mandiri Benih di Desa Tanggulangin Kecamatan Kejayan
2. Metodologi
Pemilihan lokasi di Desa Tanggulangin dilakukan secara sengaja (Purposive).
Pendekatan penelitian menggunakan teknik pelaksanaan penyuluhan dan metode survai
dimana responden terlebih dahulu diberikan penyuluhan “Pengenalan Model Desa Mandiri
Benih” selanjutnya dilakukan pengambilan data primer menggunakan kuisioner dan
wawancara lanjutan. Pengumpulan data juga dilakukan melalui observasi dan pengumpulan
data sekunder. Pelaksanaan penyuluhan “Pengenalan Model Desa Mandiri Benih” agar cepat
diterima oleh petani maka dilakukan penyuluhan lanjutan berupa pelaksanaan penyuluhan
“Teknologi Produksi Benih Padi”
Variabel penelitian ini terdiri atas faktor Internal (X) : Umur, Tingkat Pendidikan,
Pengalaman Berusahatani dan Luas Penguasaan Lahan dan Persepsi petani terhadap Model
Desa Mandiri Benih (Y). Selain terdapat variabel lain yang merupakan hasil evaluasi
pelaksanaan penyuluhan berupa tingkat pengetahuan petani tentang Teknologi Produksi
Benih Padi
Analisis statistik yang digunakan terdiri atas analisis statitik deskriptif (prosentase dan
ukuran pemusatan: Mean, Modus dan Median) untuk mengetahui faktor internal petani,
persepsi petani dan tingkat pengetahuan petani (Silalahi, 2012) sedangkan untuk mengetahui
hubungan antara faktor internal dengan persepsi petani terhadap Model Desa Mandiri Benih
menggunakan analisis non parametrik rank spearman (Siegel, 1992)
“Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia” 409

