Page 427 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 427

SEMINAR NASIONAL 2017
               Malang 10 April 2017

                      Produksi  yang  baik  memungkinkan  untuk  mendapatkan  keuntungan  yang  dapat
               menghidupi  keluarga  dan  keberlanjutan  usahatani.  Faktor-faktor  produksi  usaha  tani  dapat
               dikelola  dengan  baik  apabila  terdapat  produktivitas  yang  baik.  Analisis  dilakukan  apakah
               usaha  tani  padi  tersebut  menguntungkan  dan  dapat  dikembangkan,  kemudian  faktor-faktor
               apa  saja  yang  mempengaruhi  pendapatan.  Pendapatan  bersih  atau  keuntungan  usahatani
               adalah perbedaan atau selisih antara pendapatan kotor (gross income) atau penerimaan dan
               biaya  operasi  (operating  cost)  (Wiwik  et  al.,  2014).  Usahatani  merupakan  suatu  kegiatan
               mengusahakan,  mengkordinasi  dan  mengorganisasikan  faktor-faktor  produksi  seefektif  dan
               seefisien  mungkin  sehingga  usaha  tersebut  memberikan  pendapatan  semaksimal  mungkin
               (Suratiyah, 2008) Istilah faktor produksi disebut juga dengan korbanan produksi karena faktor
               produksi tersebut digunakan untuk menghasilkan produksi. Faktor faktor yang mempengaruhi
               pendapatan  usahatani  padi  antara  lain  :  biaya  bibit,  biaya  pupuk,  biaya  pestisida  dan  upah
               tenaga kerja (Silvira et al., 2014).
                      Tujuan  dari  penelitian  ini  adalah  1)  Menganalisis  pendapatan  usahatani  padi  di
               Kecamatan  Wirosari,  Kabupaten  Grobogan.  2)  Menganalisis  faktor-faktor  yang
               mempengaruhi  pendapatan  di  Kecamatan  Wirosari,  Kabupaten  Grobogan.  Manfaat  dari
               penelitian  ini  adalah  sebagai  referensi  bagi  petani  dalam  dalam  meminimumkan  biaya
               produksi dan meningkatkan pendapatan dari usahatani padi. Referensi bagi pemerintah dan
               dinas pertanian terkait dalam menentukan kebijakan pembangunan sektor pertanian. Selain
               itu, dapat digunakan sebagai bahan referensi bagi penelitian selanjutnya pada bidang yang
               sama.



               2.  Metodologi Penelitian

               Waktu dan Lokasi Penelitian
                      Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan November 2016 di Kecamatan Wirosari,
               Kabupaten Grobogan. Penentuan lokasi penelitian dengan cara purposive berdasarkan pada
               kriteria  tertentu,  yaitu  lokasi  merupakan  salah  satu  Kecamatan  penghasil  padi  terbesar,
               potensi  yang  didasarkan  atas  keaktifan  petani  dalam  kelompok,  dan  kelompok  tani  yang
               terkoordinir  dengan  baik.  Keaktifan  petani  berdasarkan  adanya  kemitraan,  kegiatan  yang
               dapat  menunjang  kegiatan  usahatani,  keaktifan  kelompok  dengan  adanya  pertemuan  rutin
               anggota.

               Metode Penelitian
                      Metode  yang  digunakan  dalam  penelitian  adalah  metode  survei.    Metode  survai
               bertujuan  untuk  memperoleh  gambaran  umum  tentang  karakteristik  atau  berbagai  aspek
               populasi yang terkait dengan permasalahan yang dikaji. Data diambil dari para responden ,
               dimana  data  merupakan  hasil  jawaban  dari  wawancara  atau  hasil  jawaban  dari  kuesioner
               yang telah diberikan (Singarimbun dan Sofyan, 2008).

               Metode Pengambilan Sampel
                      Metode  yang  digunakan  dalam  pengambilan  sampel  adalah  dengan  menggunakan
               metode  simple  random  sampling.  Metode  simple  random  sampling  merupakan  teknik
               pengambilan  sampel  yang  dilakukan  secara  acak  dan  anggota  populasi  memiliki  peluang
               yang  sama  untuk  dipilih  menjadi  sampel    (Singarimbun  dan  Sofyan,  2008).  Responden
               dalam  penelitian  ini  adalah  petani  padi  di  Kecamatan  Wirosari.  Pengambilan  responden
               dilakukan pada dua kelompok tani masing-masing yaitu  di Kelompok Tani Manteping Tani
               dan  Sari Rahayu di Desa Tambakselo, kemudian Kelompok Tani Sari Pertiwi dan Barokah
               di Desa Tambakrejo. Pengambilan jumlah sampel minimum untuk medapatkan normalitas




                              “Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia”    416
   422   423   424   425   426   427   428   429   430   431   432