Page 481 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 481

SEMINAR NASIONAL 2017
               Malang 10 April 2017

               utuh terhadap tepung ubi jalar yang terdiri dari 3 level yaitu 0%, 15%, dan 30%. Faktor II
               adalah konsentrasi karagenan terhadap tepung ubi jalar terdiri dari 3 level yaitu 0%, 1%, dan
               2%. Pada penelitian ini terdapat 9 kombinasi perlakuan.

               Pelaksanaan Penelitian
               Pembuatan tepung ubi jalar
                      Umbi ubi jalar yang digunakan umbi ubi jalar yang segar dengan tingkat kematangan
               yang optimal. Ubi jalar yang telah dipilih kemudian di kupas, di cuci dan di sawut dengan
               menggunakan alat penyawut sehingga terbentuk sawutan umbi ubi jalar. Kemudian sawutan
               umbi ubi  jalar di  blanching  menggunakan  blanching uap dengan menggunakan suhu  70°C
               selama  5-10  menit.  Irisan  yang  sudah  di  blanching  kemudian  di  oven  dengan  suhu
               pengeringan 60°C selama 6 jam, lalu didinginkan pada suhu ruang. Sawutan umbi ubi jalar
               kering  di  haluskan  dengan  pengiling,  kemudian  diayak  dengan  ayakan  100  mesh  sehingga
               dihasilkan tepung ubi jalar dan dikemas di dalam plastik dalam keadaan tertutup rapat.

               Pembuatan Mie Kering
                      Proses pembuatan mie kering dari ubi jalar adalah sebagai berikut: Bahan baku berupa
               tepung ubi jalar ditimbang. Kemudian, bahan tambahan berupa tepung tapioka 30 %, garam 2
               %, air khi 1.5%, telur ayam utuh sesuai perlakuan, karagenan sesuai perlakuan dan air (30-
               40%) dicampurkan ke dalam campuran adonan. Seluruh campuran bahan diaduk sekitar 15
               menit sampai terbentuk adonan yang homogen serta kalis. Adonan kemudian di pipihkan dan
               di cetak dengan pasta engine (Atlas) sehingga terbentuk lempengan dan di cetak di pencetak
                                                                                            o
               mie.  Hasil  cetakan  mie  kemudian  dikukus  selama  10  menit  pada  suhu  100  C.  Mie  hasil
               pengukusan  kemudian  dikeringkan  dengan  pengering  cabinet  suhu  60  °C  selama  12  jam
               sehingga  dihasilkan  mie  kering.  Mie  kering  dilanjutkan  dengan  analisis  uji  organoleptik
               meliputi warna, aroma, tekstur, dan kekenyalan, hasil terbaik dari uji organoleptik kemudian
               dianalisis meliputi kadar air, kadar abu, kadar lemak, dan kadar protein.

               Prosedur Analisis
                      Pengukuran kadar air dilakukan dengan cara cawan petri dikonstankan selama 1 hari
               dalam  oven  kering  dengan  suhu  105ºC,  kemudian  didinginkan  dalam  desikator  selama  15
               menit.  Selanjutnya  dilakukan  penimbangan  bahan  yang  akan  dianalisis  yaitu  mie  kering
               perlakuan terbaik sebanyak 5 g. Bahan yang telah ditimbang, dipanaskan dalam oven kering
               dengan  suhu  105ºC  selama  5  jam.  Selanjutnya  cawan  petri  berisi  bahan  yang  dianalisis,
               didinginkan dalam desikator selama 15 menit dan ditimbang hingga beratnya konstan.
                      Pengukuran  kadar  abu  dilakukan  dengan  cara  menimbang  bahan  yaitu  mie  kering
               yang sudah dihaluskan sebanyak 2  g. Selanjutnya dimasukkan ke dalam cawan pengabuan
               yang sudah dikonstankan dan ditambang. Bahan yang dianalisis berupa mie kering diarangkan
               hingga  tidak  berasap.  Kemudian,  bahan  dimasukkan  ke  dalam  tanur  dengan  suhu  550ºC
               selama  5-7  jam.  Setelah  itu,  cawan  pengabuan  dan  bahan  hasil  pengabuan  dimasukkan  ke
               dalam desikator hingga tidak berasap dan ditimbang berat akhir.
                      Pengukuran kadar lemak dilakukan dengan cara sampel mie kering dihancurkan lalu
               ditimbang sebanyak 5 g. Sampel yang sudah ditimbang dibungkus dalam kertas saring hingga
               rapat. Selanjutnya, dimasukkan ke dalam tabung destilasi lalu ditambahkan pelarut petroleum
               eter sebanyak 35 ml. Kemudian, dimasukkan ke dalam labu soxhlet dan direflux selama 5
               jam. Hasil analisis lemak yang terletak pada labu soxhlet diuapkan sisa pelarutnya ke dalam
               oven 105ºC selama 15 menit. Labu dikeluarkan dan didinginkan dalam desikator selama 15
               menit. Labu berisi lemak ditimbang dan dihitung % lemak sampel.
                      Pengukuran kadar protein dilakukan dengan cara sampel mie kering dihancurkan lalu
               ditimbang sebanyak 1  g dan dimasukkan ke dalam labu Kjedahl.  Setelah itu, ditambahkan





                              “Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia”    470
   476   477   478   479   480   481   482   483   484   485   486