Page 48 - EBOOK_Modal Sosial Petani Dalam Pertanian Berkelanjutan Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Daerah
P. 48

28 | Modal Sosial Petani dalam Peratanian


            Penanaman       Sistem campuran (tumpang sari), tumpang gilir &
                            mina padi
                            Keragaman varietas sesuai dengan musim dan
                            mempertim bangkan kearifan lokal
                            Disesuaikan dengan  kebutuhan tanaman dan
                            kondisi tanah
            Pemupukan       Disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan
                            kondisi tanah
            Pengolahan      Pencegahan preventif alami
            OPT
                            Sehat dan aman
                            Mengendalikan Populasi hama dengan prinsip alami
                            Pengamatan secara intensif
            Gulma           Dikendalikan  sebelum merugikan tanaman
                            Dipandang sebagai sumber hara
            Kontaminasi     Irigasi dibuat trap(perangkap) – parit
            Konversi lahan  Mengutamakan pencegahan erosi
            dan air
                            Mendukung   pertumbuhan dan
                            perkembangan mikroorganisme
            Metode Panen    Tepat waktu
                            Teknologi tepat guna

              Pasca Panen  Teknologi tepat guna untuk mendapatkan padi
                            kadar air ideal
                            Dilarang menggunakan bahan sintetis atau
                            pengawet
                            Penyimpanan di lumbung petani
                 Harga
                            Sistem fair trade: penetapan harga harus
                            mempertimbangkan jasa petani sebagai penyokong
                            kebutuhan pangan nasional.
                            Kemitraan produsen konsumen
                 Label
                            Diserahkan kepada petani
             Sumber: http://www.jakerpo.org/index.


                                                     Amiruddin Ketaren|  Bab II : 7-34
   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53