Page 51 - EBOOK_Modal Sosial Petani Dalam Pertanian Berkelanjutan Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Daerah
P. 51

Pendekatan Teori | 31


             sumber  data  tersebut  perlu  diperhatikan  aspek  manusia,  yaitu
             dengan berusaha mengembangkan hubungan yang baik dengan para
             responden. Hubungan yang baik yang terjalin antara peneliti dengan
             para  responden  telah  menjamin  peneliti  untuk  membuka  akses
             perolehan  data  yang  dibutuhkan.  Pada  penelitian  ini  data  yang
             direncanakan  akan  diperoleh  melalui  berbagai  cara  yang  saling
             mendukung satu sama lain.
             2 .   L o k a s i   P e n e l i t i a n
                  Penelitian  ini  direncanakan  akan  dilakukan  di  Propinsi  D.I
             Yogyakarta, tepatnya di Kabupaten Bantul Kecamatan Kasihan Desa
             Bangunjiwo.  Pemilihan  tempat  ini  didasarkan  oleh  adanya
             pertimbangan  bahwa  petani  di  wilayah  ini  banyak  yang  telah
             melakukan pertanian organik. Pelaksanaan UU Otonomi daerah akan
             memungkinkan  kebijakan  yang  diambil  pemerintah  daerah  untuk
             mendukung jenis pertanian organik ini.
             3 .   T e k n i k   P e n g a m b i l a n   S a m p e l

              a.  Populasi
                  Populasi  adalah  jumlah  keseluruhan  dari  responden  (unit
                  analisis)  yang  akan  diduga    keberadaannya  (Singarimbun,
                  1982;  12).  Berkaitan  dengan  hal  tersebut,  maka  populasi
                  dalam  penelitian  ini  adalah  petani  dengan  sistem  pertanian
                  organik yang berada di desa Bangunjiwo.
              b.  Sampel.
                  Sampel  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  jenis
                  Nonprobability Sampling, yaitu pengambilan sampel yang tidak
                  memberi  peluang/kesempatan  sama  bagi  setiap  unsur  atau
                  anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Adapun teknik
                  pengambilan  sampel  adalah  Purposive  Sampling.  Purposive
                  Sampling    adalah   teknik   penentuan    sampel   dengan
                  pertimbangan  tertentu  (Sugiono,  2003;  28).  Jumlah  sampel
                  yang  diambil  sebanyak  21  orang  yang  diwawancarai  dan  40
                  orang dengan kuesioner. Informan yang diwawancarai adalah:
                   Petani Organik
                   Petani Non-organik/konvensional
                   Aparat Kelurahan
                   Kepala Dukuh
                   Dinas Pertanian dan Kehutanan
                   Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian
   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56