Page 52 - EBOOK_Modal Sosial Petani Dalam Pertanian Berkelanjutan Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Daerah
P. 52

32 | Modal Sosial Petani dalam Peratanian


             4 .   T e k n i k   P e n g u m p u l a n   D a t a
                  Sebagai  sebuah  penelitian  kualitatif,  penelitian  ini  akan
             menggunakan  beberapa  teknik  pengumpulan  data.  Data  yang
             dikumpulkan  akan  dibagi  menjadi  2  bagian,  yaitu  data  primer  dan
             data sekunder. Data primer dalam penelitian ini adalah:
             a.  Pengamatan (observasi)
                  Pengamatan  yang  dilakukan  dalam  penelitian  ini  diutamakan
             adalah pengamatan non-partisipasi. Penggunaan teknik pengamatan
             ini diharapkan akan memperoleh data dan informasi visual tentang
             kondisi  pengelolaan  pertanian  organik  yang  berlangsung  di  lokasi
             penelitian.  Tidak  itu  saja,  pengamatan  juga  akan  digunakan  untuk
             melihat variasi interaksi sosial antar anggota masyarakat yang ada di
             lingkungan  desa,  proses  pemberdayaan  antara  petani  dengan
             pengelola pertanian organik. Bila memang mengharuskan, penelitian
             ini  juga  akan  menggunakan  metode  pengamatan  partisipatif  untuk
             memperoleh  atmosfir  kehidupan  petani  yang  lebih  bersifat  emik.
             Dengan pengamatan ini diharapkan akan diperoleh data pendukung
             yang  berkaitan  dengan  identifikasi  terhadap    apa  dan  seperti  apa
             pemberdayaan  yang  dilakukan  dan  bagaimana  masyarakat  desa
             mempelajari dan memahaminya. Untuk mendukung keabsahan data
             dari pengamatan ini peneliti menggunakan instrumen kamera foto.
             b.  Wawancara
                  Metode  wawancara  yang  dilakukan  dalam  penelitian  ini
             terbagai atas 2 bentuk , yaitu :
             1.  Wawancara bersifat mendalam (In-depth interview)
                  Wawancara  mendalam  adalah  wawancara  yang  dilakukan
             dengan  panduan  sebuah  panduan  wawancara  yang  telah  disusun
             secara  sistematis  dan  mendalam.  Wawancara  model  ini  dilakukan
             kepada satu kelompok jenis responden yaitu responden kunci (key
             informan).    Kriteria  responden  kunci  adalah  mereka-mereka  yang
             secara  langsung  terlibat  sebagai  pelaksana  pertanian  organik  dan
             pemberdayaan masyarakat. Di luar itu, para tokoh masyarakat dan
             penggiat kerja sosial yang ada dan intens terlibat dalam berbagai hal
             yang  berkaitan  dengan  persoalan  kesejahteraan  masyarakat  juga
             akan dijadikan sebagai responden kunci.
                  Hasil  wawancara  dengan  tokoh  petani    dan  penggiat  kerja
             sosial  ini  diharapkan  akan  diperoleh  data  valid  mengenai
             mekanisme dan model pengelolaan pertanian organik yang saat ini
             sedang berjalan serta bagaimana penilaian mereka mengenai kondisi
             yang  berlangsung.  Sementara  itu,  dari  tokoh  masyarakat  akan


                                                     Amiruddin Ketaren|  Bab II : 7-34
   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57