Page 53 - EBOOK_Modal Sosial Petani Dalam Pertanian Berkelanjutan Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Daerah
P. 53

Pendekatan Teori | 33


             diperoleh  pandangan,  penilaian,  dan  persepsi  mereka  mengenai
             peran-peran  yang  dimainkan  oleh  para  penggiat  kerja  sosial
             termasuk  peran  perlindungan  sosial  yang  saat  ini  dimainkan  oleh
             mereka  serta  bagaimana  hubungannya  dengan  kondisi  nilai  sosial
             dan budaya masyarakat.
             2.  Wawancara biasa atau bebas
                  Jenis wawancara biasa atau bebas dalan dilakukan kepada dua
             kelompok responden yaitu responden pangkal dan responden  biasa.
             Mereka-mereka  yang  berperan  sebagai  responden  pangkal  adalah
             para  kepala  desa  dan  kepala  lingkungan  yang  menjadi  pusat
             perhatian  dalam  studi  ini.  Wawancara  dengan  responden  pangkal
             diharapkan  akan  diperoleh  data  dan  informasi  mengenai  sejarah
             awal  pengelolaan  pertanian  organik,  jumlah  anggota  masyarakat
             yang mengikuti sistem pertanian ini, dan lain sebagainya. Sedangkan
             responden  biasa  adalah    penduduk  biasa  yang  ada    di  lingkungan
             lokasi penelitian yang diamati.
                  Proses  penggalian  data  melalui  wawancara  dimulai  dengan
             upaya memperkenalkan diri dan tujuan saya hadir di tengah-tengah
             lingkungan  mereka.  Upaya  memperoleh  perhatian  dan  simpati
             dilakukan dengan cara yang sangat persuasif, terutama  menghadapi
             psikologis  responden  biasa  yang  kadangkala  mereka  sendiri  tidak
             menyadari  arti  penting  persoalan  yang  ditanya  namun  kehidupan
             mereka  sangat  berkaitan  dengan  persoalan  itu  sendiri.  Untuk
             menghindari kelalaian dalam pencatatan dan kehilangan data, maka
             seluruh  rangkaian  wawancara  akan  menggunakan  tape  recorder
             sehingga  hal-hal  yang  meragukan  akan  bisa  dilakukan  pengecekan
             ulang. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui:
                1.  Kuesioner, yaitu pengambilan data lapangan yang dilakukan
                    untuk  mendapatkan  data-data  yang  bersifat  sekunder  yang
                    umumnya  tentang  diri  dan  identitas  petani,  luas  lahan
                    pertanian  dan  lainnya.  Data  ini  akan  sangat  membantu
                    peneliti dalam mengklasifikasi keadaan petani tersebut.
                2.  Studi  kepustakaan  yaitu  memperdalam  pemahaman
                    terhadap  permasalahan  penelitian  yang  akan  dilaksanakan
                    dengan menggunakan literatur-literatur, dokumen-dokumen,
                    karya-karya  ilmiah  dan  laporan  yang  relevan  dengan  objek
                    atau fokus  penelitian  dan  sehingga  dapat  dijadikan kutipan
                    atau bahan dalam penelitian. Termasuk di dalamnya adalah
                    data dan informasi yang diperoleh dari monografi desa.
             c.  Dokumentasi.
   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58