Page 58 - EBOOK_Modal Sosial Petani Dalam Pertanian Berkelanjutan Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Daerah
P. 58
38 | Modal Sosial Petani dalam Peratanian
Tabel 3.03.
Komoditas Tanaman Pangan
Luas Hasil
No. Komoditas
(Ha) (Ton/Ha)
1. Jagung (Zea mays) 125,00 5,50
2. Kacang kedelai (Glycine) 52,00 1,50
3. Kacang tanah (Arachis hypogeal) 13,00 1,60
4. Kacang panjang (Vigna) 4,00 7,68
5. Padi (Oryza sativa) 295,00 8,10
6. Ubi kayu (Cannabis sativa) 33,00 16,00
7. Ubi jalar (Ipomoea batatas) 1,00 19,50
8. Cabai (Capsicum annuum) 3,00 8,40
9. Tomat (Solanum lycopersicum) 2,00 1,70
10. Sawi (Brassica) 1,00 1,02
11. Kentang (Solanum tuberosum) 4,00 17,00
12. Terong (Solanum melongena) 5,00 5,60
13. Kangkung (Ipomoea aquatica) 1,00 21,00
14. Bayam (Amaranthus) 39,00 2,80
JUMLAH 578,00 107,40
Sumber: Diolah dari Monografi Desa, 2008
Komoditas tanaman pangan utama yang ditanam masyarakat
desa Bangunjiwo adalah padi (Oryza Sativa), palawija dan dan jenis
sayuran. Tidak semua jenis tanaman pangan ini ditanam khusus
dalam lahan pertanian, khususnya untuk sayuran. Tetapi banyak di
antaranya yang ditanam liar di sekitar pematang sawah atau di
belakang rumah yang memiliki lahan yang agak luas untuk menanam
jenis sayuran tersebut. Selain untuk dijual, untuk menambah
keperluan sehari-hari, tanaman ini juga dapat dikonsumsi sendiri
oleh pemiliknya. Dengan demikian, petani tersebut dapat
mengurangi pengeluaran rumah tangganya, bahkan bila hasil
produksi sayuran tersebut cukup banyak dapat dijual.
b . P e m i l i k a n L a h a n P e r t a n i a n
Penelitian-penelitian yang dilakukan oleh Geertz (1979),
Mubyarto (1980), Tjondronegoro (1998), dan AR. Hanani (2003)
Amiruddin Ketaren| Bab III :35-56