Page 60 - EBOOK_Modal Sosial Petani Dalam Pertanian Berkelanjutan Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Daerah
P. 60
40 | Modal Sosial Petani dalam Peratanian
Tabel 3.05.
Komoditas Buah-Buahan Budidaya Petani
Jenis Luas Hasil
No. Komoditas (Ha) (Ton/Ha)
1. Jeruk (Citrus) 7,00 21,00
2. Mangga (Mangivera indica) 24,00 2,00
3. Rambutan (Sapindaceae) 2,00 6,10
4. Pepaya (Carica papaya) 11,00 66,00
5. Belimbing (Averrhoa) 1,00 4,70
6. Sawo (Manilkara zapota) 14,00 3,50
7. Nenas (Ananas comosus) 0,50 1,50
8. Pisang (Musaceae) 22,00 15,50
9. Sukun (Artocarpus altilis) 8,00 3,30
10. Nangka (Artocarpus heterophyllus) 19,00 4,60
11. Jambu biji (Psidium guajava) 11,00 15,50
JUMLAH 119,50 143,70
Sumber: Diolah dari Monografi Desa 2008
Budi daya buah-buahan yang dilakukan oleh petani bukanlah
budi daya seperti yang dipikirkan oleh pemerintah. Petani
membudidayakan buahan-buahan tersebut di sekitar rumah mereka
dengan ditanam di pekarangan atau di belakang rumahnya.
Tanaman-tanaman yang ditanam di pekarangan rumah tersebut
merupakan sumber pendapatan lain keluarga. Pada musim-musim
buah tertentu, harganya cukup baik bila dijual langsung. Karena
sifatnya tanaman pekarangan, kebanyakan buah-buahan tersebut
langsung dibeli oleh tengkulak (agen) dengan sistem membeli
langsung buah yang masih berada di pohon. Tanaman yang diminati
oleh masyarakat untuk ditanam di pekarangan rumahnya adalah
mangga (Mangivera indica), pisang (Musaceae), nangka (Artocarpus
heterophyllus), sawo (Manilkara zapota), pepaya (Carica papaya),
dan jambu biji (Psidium guajava).
3 . P e r k e b u n a n
Perkebunan dalam hal ini adalah perkebunan rakyat, yaitu
perkebunan yang dikelola dan dilaksanakan oleh masyarakat. Selain
Amiruddin Ketaren| Bab III :35-56