Page 61 - EBOOK_Modal Sosial Petani Dalam Pertanian Berkelanjutan Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Daerah
P. 61
Gambaran Umum | 41
itu, di desa Bangunjiwo memiliki perkebunan lain yang dikelola oleh
swasta dan negara. Peneliti dalam penelitian ini hanya akan
menampilkan data tentang perkebunan rakyat saja. Hal ini dilakukan
dengan asumsi bahwa perkebunan yang dimiliki rakyat memiliki
aspek kepada peningkatan pendapatan keluarga. Tabel 3.06. berikut
ini menjelaskan tentang luas dan jenis perkebunan yang dikelola
masyarakat.
Tabel 3.06.
Luas dan Jenis Komoditas Perkebunan
Komoditas Luas Hasil
No.
Perkebunan (Ha) (Ton/Ha)
1. Kelapa (Cocos nucifera) 174,00 1,80
2. Jambu Mete (Anacardium occidentale) 2,00 1,00
3. Kapuk (Ceiba Pentandra) 2,00 0,80
4. Tebu (Saccharum spontaneum) 50,00 100,00
JUMLAH 228,00 103,60
Sumber: Diolah dari Monografi Desa, 2008.
Masyarakat desa Bangunjiwo, tidak semuanya memiliki lahan
perkebunan. Di desa Bangunjiwo terdapat 5.258 rumah tangga
petani yang memiliki tanah perkebunan, sedangkan 1.472 rumah
tangga petani tidak memiliki lahan perkebunan. Sama halnya dengan
lahan pertanian, kepemilikan lahan perkebunan yang kurang dari 0,5
ha dimiliki oleh 3.681 (70,0 %) rumah tangga petani. Luas lahan 0,5
– 1,0 ha dimiliki oleh 1.052 (20,0 %) rumah tangga petani,
sedangkan luas lahan yang lebih dari 1,0 ha hanya dimiliki oleh 525
(10,0 %) rumah tangga petani saja. Walaupun demikian, banyak
petani yang menanam tanaman kelapa (Cocos nucifera) di
pekarangan belakang rumahnya, terutama petani yang tidak
memiliki lahan kebun kelapa. Biasanya mereka menanam 2 sampai 3
pohon kelapa (Cocos nucifera) di belakang rumah. Sebagai tanaman
yang berbuah sepanjang tahun, kelapa (Cocos nucifera) sangat
membantu keluarga yang menanamnya. Selain untuk dijual, tanaman
ini secara keseluruhannya dapat dimanfaatkan untuk membuat
bahan keperluan lain, seperti keset kaki, sapu lidi, dijadikan papan
dan lain sebagainya. Kepemilikan lahan perkebunan di desa
Bangunjiwo dapat dilihat pada tabel 3.07. di bawah ini.