Page 50 - EBOOK_Modal Sosial Petani Dalam Pertanian Berkelanjutan Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Daerah
P. 50

30 | Modal Sosial Petani dalam Peratanian


                  Kebijakan  Kantor  Menpangan  tahun  1994  melalui  Pedoman
             Umum    Pelaksanaan  Koordinasi  Pembangunan  Pangan  (dalam
             Aritonang,  2000;18)  menjelaskan  bahwa  tujuan  pembangunan
             pangan  adalah  untuk  menyediakan  pangan  yang  cukup  dari  segi
             jumlah,  mutu  dan  keragamannya.  Kecukupan  ini  meliputi
             kontinuitas ketersediaan pangan yang merata di setiap daerah dan
             terjangkau oleh daya beli masyarakat.
                  Penulis  sendiri  membatasi  ketahanan  pangan  (food  security)
             adalah  sebagai  adanya  keterjaminan  bahwa  seluruh  masyarakat
             (siapa saja) di dalam suatu kawasan atau wilayah (di mana saja dan
             kapan  saja)  tercukupi  kebutuhan  pangannya  dan  gizinya  yang
             merupakan  syarat  utama  untuk  mencapai  derajat  kesehatan  dan
             kesejahteraan.  Ketahanan  pangan  dapat  diukur  melalui  (a)
             Kecukupan  dan  Ketersediaan,  (b)  Stabilitas  Ketersediaan  dan  (c)
             Aksesibilitas  atau  melalui  (a)  Ketersediaan,  (b)  Distribusi,  dan  (c)
             Konsumsi. Pengukuran ini didasarkan atas dasar kemampuan rumah
             tangga  untuk  dapat  mengakses  kebutuhan  pangannya,  terutama
             beras.


             C .    M e t o d e   P e n e l i t i a n
             1 .   T i p e /   J e n i s   P e n e l i t i a n
                  Secara  umum  penelitian  ini  bersifat  deskriptif  kualitatif.
             Namun demikian, dalam operasional pengelolaannya, penelitian ini
             secara  keilmuan  juga  akan  lebih  menekan  sifat  penelitian  yang
             berupa studi kasus. Walaupun sifat penelitian ini adalah cenderung
             studi  kasus,  namun  penganalisaannya  tidak  akan  dipisahkan  dari
             konteks sosial budaya masyarakat tani atau pedesaan secara umum
             secara  lebih  mendalam.  Sesuai  dengan  sifatnya,  studi  kasus
             merupakan  pendekatan  yang berusaha mempertahankan keutuhan
             (wholeness)  sesuatu  objek.  Dari  itu,  data  yang  dari  seluruh  aspek
             yang  berkaitan  dengan  objek  yang  dikaji  telah  diupayakan  untuk
             dikumpulkan secara luas dan mendetail.
                  Jenis data yang akan dikumpulkan dalam penelitian ini adalah
             kualitatif.  Namun  demikian,  jenis  data  kuantitatif  juga  diperlukan
             sebagai data pendukung dan bukan sebagai data yang utama. Data
             utama  yang  dicari  dalam  penelitian  model  ini  adalah  informasi
             tentang kata-kata dan tindakan (Moleong, 1991:48) dari masyarakat
             yang  berhubungan  dengan  pemberdayaan  masyarakat  pedesaan
             melalui  pemberdayaan  petaninya.  Usaha  untuk  memperoleh  kedua


                                                     Amiruddin Ketaren|  Bab II : 7-34
   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55