Page 44 - Modul Teknik Pengeringan 2021
P. 44
Laju transfer tersebut dideskripsikan pada persamaan berikut ini.
= ℎ% − (7)
Dengan:
q = laju transfer panas (W)
2
h = koefisien transfer panas konveksi (W/[m K])
2
A = luas permukaan bahan yang terpapar udara panas (m )
o
T a = suhu udara panas ( C)
o
T s = suhu permukaan bahan ( C)
Perlu diperhatikan bahwa selama pengeringan dengan laju konstan,
suhu permukaan produk akan tetap pada suhu bola basah dari udara yang
dipanaskan.
Laju transfer uap air selama pengeringan konstan dideskripsikan pada
persamaan transfer massa berikut ini:
Ʀ ()
'
*
ṁ = − (8)
,, - .
Dengan:
Ʀ = koefisien transfer massa konveksi (m/s)
/
2
A = luas permukaan bahan (m )
M w = berat molekul air
P = tekanan atmosfir (kPa)
3
R = konstanta gas (8314,41 m Pa/[kg mol K])
T A = temperature absolut (K)
Wa = rasio kelembaban udara (kg air/kg udara kering)
Ws = rasio kelembaban permukaan bahan (kg air/kg udara kering)
Saat menggunakan Persamaan (8), besarnya rasio kelembaban pada
permukaan produk adalah nilai pada saturasi untuk udara yang bergerak di
atas permukaan dan akan ditentukan dengan menggunakan grafik psikrometri.
Jika laju pengeringan konstan didasarkan pada transfer energi termal,
yang mana energi termal digunakan sehingga menyebabkan perubahan fase
air pada permukaan produk, maka persamaan berikut ini akan berlaku:
38