Page 49 - Modul Teknik Pengeringan 2021
P. 49
Dengan:
A6
= laju penguapan (kg/jam)
A#
2 o
J = konduktan panas udara pada batas air-udara (W/m C)
2
% = luas permukaan bahan yang dikeringkan (m )
2
L = tekanan uap air pada suhu di permukaan bahan (N/m )
2
L = tekanan udara sekeliling bahan (N/m )
2
JK = koefisien transfer uap air (uap air –udara) (kg/(m 2kg m/m))
∆ J = panas laten uap air pada suhu (kJ/kg)
P
o
= suhu udara sekeliling ( C)
o
= suhu air pada permukaan bahan ( C)
Pada saat laju pengeringan menurun pada lempeng tak berhingga
dengan ketebalan 2b yang mana kedua ujungnya diberi isolator sehingga
tidak terjadi penguapan dan difusi internal dari cairan melalui berbagai bahan
bukan granular dapat dinyatakan oleh persamaan berikut, bila pengaruh dari
kapiler atau krak tidak signifikan, maka:
:
Q) Q )
= R (19)
Q# QS :
E. Rangkuman
1. Proses pengeringan bahan pangan memiliki karakteristik yang khas
dengan parameter yang saling mempengaruhi satu sama lain untuk
menghasilkan kondisi pengeringan yang diinginkan. Karakteristik
tersebut meliputi proses distribusi suhu, kecepatan udara, kelembaban
udara, tekanan udara, luas permukaan bahan, waktu pengeringan, dan
laju pengeringan.
2. Untuk menghasilkan produk kering yang dapat disimpan dalam waktu
yang lama maka perlu memperhatikan karakteristik proses
pengeringan khususnya kondisi pengeringan yang sesuai dengan
karakteristik bahan pangan yang akan dikeringkan.
43