Page 31 - C:\Users\ASUS-PC\Downloads\BUKU ETNOSAINS\
P. 31
Selanjutnya dalam teori relativitas khusus, Einstein mengajukan bahwa
ruang dan waktu bukanlah entitas yang terpisah, melainkan merupakan satu
kesatuan yang dikenal sebagai ruang-waktu. Dalam kerangka relativitas
khusus, konsep ruang dan waktu tidak lagi bersifat mutlak, tetapi dapat
dipengaruhi oleh keadaan gerak dan gravitasi. Misalnya, waktu tidak lagi
dianggap sebagai konsep yang absolut, tetapi bisa mengalami dilatasi relatif
tergantung pada kecepatan relatif antara pengamat dan benda yang diamati. Ini
berarti bahwa waktu akan berjalan lebih lambat bagi pengamat yang bergerak
secara relatif cepat dibandingkan dengan pengamat yang diam relatif.
Fenomena ini telah dibuktikan secara eksperimental, terutama dalam
pengamatan perubahan waktu di pesawat terbang yang bergerak dengan
kecepatan tinggi.
Dengan menggabungkan konsep ruang dan waktu ke dalam kerangka
relativitas, Einstein berhasil menyatukan ruang dan waktu dalam satu kerangka
kerja yang kohesif. Hal ini mengubah cara kita memahami alam semesta secara
mendasar, menyatakan bahwa ruang dan waktu adalah entitas yang bersifat
relatif dan terkait erat dengan keadaan gerak dan gravitasi. Keberhasilan
Einstein dalam membuktikan bahwa ruang dan waktu tidaklah mutlak
menggoyahkan fondasi dari pemahaman Newtonian tentang alam semesta,
membuka jalan bagi perkembangan teori relativitas umum yang lebih luas pada
tahun 1915, yang menggambarkan hubungan antara gravitasi dan struktur
ruang-waktu.
2.2.2 Prinsip Relativitas Einstein
Pada bagian sebelumnya, telah diuraikan bahwa kelajuan eter relative
terhadap bumi tidak mungkin diukur, dan persamaan transformasi kecapatan
galileo gagal menjelaskan kasus yang melibatkan Cahaya. Selanjutnya,
Einstein mengemukakan sebuah teori yang sepenuhnya menyelesaikan
masalah-masalah tersebut dan secara fundamental mengubah pandangan kita