Page 43 - C:\Users\ASUS-PC\Downloads\BUKU ETNOSAINS\
P. 43

2.2.4 Massa, Energi dan Momentum dalam Relativitas

        2.2.4.1 Variasi Massa Terhadap Kecepatan


               Dalam kasus ini, kita memiliki dua pilihan yaitu:

            1. Mengasumsikan  bahwa  prinsip-prinsip  momentum  khususnya  kekelan


               momentum tidak berlaku pada keceatan tinggi.

            2. Mendefenisikan  ulang  momentum  sebuah  benda  agar  prinsp-prinsip

               momentum dapat dapat diterapkan dalam relativitas khusus.


               Pendekatan pertama mengasumsikan bahwa prinsip-prinsip momentum,

        khususnya  kekekalan  momentum,  tidak  berlaku  pada  kecepatan  tinggi.  Ini

        berarti  bahwa  massa  benda  akan  tetap  konstan,  tidak  bergantung  pada


        kecepatannya. Dalam konteks ini, konsep dilatasi waktu dan kontraksi panjang

        akan tetap berlaku, tetapi massa benda akan dianggap sebagai nilai yang tetap.

        Namun,  pendekatan  ini  mungkin  bertentangan  dengan  temuan  eksperimen

        yang menunjukkan variasi massa terhadap kecepatan dalam teori relativitas.


               Pendekatan  kedua  adalah  dengan  mendefinisikan  ulang  momentum


        sebuah benda  agar prinsip-prinsip  momentum  tetap  dapat diterapkan  dalam

        relativitas  khusus.  Dalam  hal  ini,  massa  benda  dianggap  bervariasi  dengan

        kecepatannya, sehingga momentum benda tetap dapat dihitung menggunakan

        konsep  momentum  relativistik  yang  disesuaikan.  Dengan  pendekatan  ini,


        prinsip-prinsip  momentum,  termasuk  kekekalan  momentum,  tetap  berlaku

        dalam semua kecepatan, termasuk pada kecepatan tinggi.


               Dari  kedua  pilihan  tersebut  di  atas,  Einstein  memilih  pilihan  kedua.

        Einstein menunjukkan bahwa seluruh pengamat akan menemukan kesesuaian

        prinsip-prinsip  momentum  klasik  Jika  massa  m  sebuah  benda  bervariasi

        terhadap kecepatan yaitu u yang besarnya


                           0
                  =                                                                          2.5
                              2
                      √1−(   )
                              2
   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48