Page 55 - C:\Users\ASUS-PC\Downloads\BUKU ETNOSAINS\
P. 55

3.2 Materi

        3.2.1 Transformasi Lorentz

               Postulat II Einstein menyatakan bahwa kecepatan cahaya adalah konstan


        dalam semua kerangka acuan inersia, seperti yang dibuktikan oleh eksperimen

        Michelson-Morley.  Sedangkan  transformasi  koordinat  Galileo  tidak  mampu

        menjelaskan postulat ini, sehingga diperlukan transformasi koordinat baru yang

        dikenal sebagai transformasi Lorentz.

               Sesuai dengan transformasi Galileo yang menyatakan hubungan posisi


        menurut dua pengamat yang berbeda yaitu:

          ′
           =    −                                                                              3.1
        untuk  mengoreksi  persamaan  tersebut,  ditambahkan  faktor      koreksi  pada


        hubungan antara             ’ , sehingga menjadi persamaan:

          ′
           =    (   −     ) , atau                                                             3.2
                  ′
                          ′
           =   (   +      )                                                                    3.3
        Faktor      adalah  sama  untuk  semua  kerangka  acuan  karena  tidak  ada


        perbedaan antara kerangka acuan S dan S’ selain dari variabel v. Sebagaimana

        pada transformasi Galileo, posisi pada sumbu y dan sumbu z juga sama antara

        kedua acuan tersebut karena kerangka acuan S’ bergerak ke arah sumbu x

        positif terhadap kerangka acuan s sehingga tidak berpengaruh pada sumbu y


        dan z.

           =                                                                                   3.4
          ′
          ′
           =                                                                                   3.5

               Namun, yang berbeda dari kedua kerangka acuan adalah t dan t’ . Hasil

        perbedaan bisa dilihat jika mensubstitusikan persamaan x’ ke dalam persamaan

        x, yang bisa kita peroleh:

                                             2
           = {  (   −   .   ) +   .   ′} = {   (   −     ) +     .   ′}
                                                       2
                                               2
           = {   (   −   .   ) +     .   ′} =       −      .    +     .   ′
                 2
        Dari sini diperoleh:
   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60