Page 22 - JOB1BookAsia
P. 22
Steamboat bukan berarti kapal uap. Steamboat merupakan santapan yang dimasak
dengan cara yang khas. Memasaknya dalam panci yang bagian tengahnya mirip cerobong,
sehingga air/kaldu dalam panci mendidih dan mengeluarkan uap, akan terkesan seperti
kapal uap. Kebiasaan memasak seperti ini konon sudah dilakukan sejak tahun 1200-an,
Steamboat/Juanlo ketika Kaisar Mongolia Kublai Khan berkuasa. Mongolia terletak di
sebelah utara China, berbatasan dengan Rusia. Keinginan meluaskan daerah jajahan telah
membawa bala tentara Mongolia yang dipimpin Genghis Khan berkelana ke daerah
selatan, terutama China utara, melewati Gurun Gobi. Di dalam kemah sepanjang masa
pengembaraan biasanya mereka membuat bara penghangat, sekaligus untuk memasak
dengan menjerangkan panci berisi air di atasnya. Mereka mencelupkan daging yang diiris
tipis-tipis ke dalam air mendidih, lalu menyantapnya. Selain karena mudah didapat
didaerah gurun daripada sayuran, daging dipercaya bisa lebih cepat memulihkan energi.
Beberapa abad kemudian, penduduk Mongolia dan China memodifikasi cara
memasak ala Genghis Khan ini dengan membuat panci bercerobong, yang bagian
bawahnya dilengkapi penampung abu bakaran. Sebelum panci digunakan, ke dalam
cerobong dimasukkan potongan kayu dan arang membara. Dalam perkembangannya,
agar lebih praktis bagian bawah panci ditiadakan, cerobong tak perlu diisi arang dan panci
bisa langsung dijerangkan di atas kompor meja.
Cara memasak seperti ini di China disebut juanlo, sedangkan di Mongolia shuan
yang rou. Ketika menyebar ke Korea menjadi sinsulo. Oleh orang Barat disebut
steamboat. Konon, pada tahun 1910-an seorang pengusaha restaurant kecil di Osaka,
Jepang memperkenalkan masakan khas ini di negaranya dan menamakannya shabu-
shabu (shabu artinya celup).
Gambar 2.28 Steam Boat
Sumber: https://id.depositphotos.com/166717674/stock-photo-hot-pot-with-asian-food.html
Tahun baru di China (Imlek)
Oriental (China, Jepang dan Korea)