Page 24 - JOB1BookAsia
P. 24
Makanan tradisi tahun baru/Imlek, salah satu kue tradisionalnya adalah kue keranjang. Di
Bejing, kue ini disebut Niangao. Menurut kepercayaan zaman dahulu, rakyat Tiongkok
percaya bahwa anglo (tungku) dalam dapur di setiap rumah didiami oleh dewa tungku
(disebut juga dengan dewa dapur/ kitchen god), dewa yang dikirim oleh Yik Huang Shang
Ti (Raja Surga) untuk mengawasi setiap rumah saat menyediakan masakan tiap hari.
Setiap tanggal 24 bulan 12 Imlek (6 hari sebelum pergantia tahun), dewa tunggu akan
pulang ke surga untuk melaporkan tugasnya. Agar dewa tunggu merasa senang dan
melaporkan hal-hal yang, baik timbullah gagasan untuk menyediakan hidangan istimewa
untuk dewa tunggu. Seluruh warga kemudian untuk menyediakan dodol manis yang
disajikan dalam keranjang dan disebut kue keranjang. Kue keranjang yang memiliki
berbentuk bulat ini, mengandung makna agar keluarga yang merayakan imlek tersebut
terus bersatu, rukun dan mempunyai tekad yang bulat dalam menghadapi tahun yang akan
datang.
Kue keranjang dibuat dari adonan campuran tepung beras dan ketan dengan gula
karamel dengan perbandingan 1:1. Adonan ini didiamkan dulu selama 12 jam. Jika
menginginkan warna kue lebih coklat waktu mengukus ditambah 1 jam lagi. Selain
disantap begitu saja, kue keranjang ini juga lezat jika dihidangkan dengan kelapa parut
atau digoreng setelah dibalut campuran tepung dan telur. Kue keranjang bertekstur
lengket dan bercitarasa manis. Maknanya adalah kedudukan seseorang harus terus
meningkat di tahun yang baru.
Gambar 2.29 Kue Keranjang
(Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Pangsit selalu tersedia dalam setiap menu pada perayaan tahun baru imlek. Bentuk
Oriental (China, Jepang dan Korea)