Page 5 - Sinar Tani Edisi 4050
P. 5
5
Edisi 14 - 20 Agustus 2024 | No. 4050 Tahun LIV
Ketatnya Regulasi
Produk Bioteknologi
Perkembangan produk bioteknologi, termasuk hasil rekayasa genetik dan
transgenik di Indonesia memang tidak berjalan mulus. Persoalan keamanan
pangan, pakan dan hayati memang menjadi titik krusial polemik tersebut.
Dengan regulasi yang ketat, mulai dari pengujian hingga pelepasan dan
adanya sertifikasi Keamanan Pangan dan Hayati, menjadi bentuk jaminan
produk hasil bioteknologi aman untuk manusia dan lingkungan.
uji terbatas lapangan, pengkajian teknis penyusunan laporan
keamanan hayati, pelepasan varietas, pemantauan tanaman PRG.
serta pengawasan dan pengendalian. Ketiga, menyelenggarakan dan
Dalam perijinan benih varietas juga mengevaluasi, serta penilaian
bioteknologi menurut Mastur, harus varietas melalui sidang pelepasan
melalui beberapa tahapan. Pertama, tanaman PRG.
pemilik varietas terlebih dahulu “Kami juga melakukan supervisi
mengusulkan perijinan ke Menteri pengujian dan pendampingan,
Pertanian dan Komisi Keamanan serta penyusunan dan pelaporan
Hayati (KKH), kemudian di KKH akan serta pemantauan dan juga
dilakukan pengkajian keamanan konsolidasi melalui tim verifikasi
hayati pangan, pakan, dan atau dokumen,” katanya. Karena itu, lanjut
lingkungan. Leli, Pusat PVTPP bekerja sama
Jika telah lolos uji, Kementerian dengan berbagai pihak yang terkait
Pertanian akan menerbitkan dalam proses penetapan dan juga
Perijinan Peredaran Varietas dan pengeluaran SK pelepasan varietas
lainnya melalui pelepasan varietas tanaman PRG.
oleh Tim Pelepasan Varietas PRG. Tim Pusat PVTPP saat ini telah
tersebut akan menerbitkan Sertifikat melepas sebanyak 10 varietas
Keamanan Lingkungan dan lainnya. PRG. Diantaranya varietas jagung,
Jika telah dilepas akan dilakukan kentang dan kapas. Data yang
pemantauan dan pengendalian Sinar Tani peroleh, varietas produk
varietas PRG tersebut, baik laporan bioteknologi yang telah dilepas
rutin maupun laporan kasus. yakni, Tebu NXI4T (PTPN XI, 2013),
Bahkan ada tim khusus pelepasan Kentang Biogranola (Kementan,
PRG dan instrumen pengawasannya. 2021), Jagung DK95-NK603 (PT
Setelah pelepasan, dalam 3 tahun Bayer, 2022), Jagung NK7328s-GA21,
irektur Perumusan yang telah dinyatakan aman untuk PRG tersebut harus dicek kembali. Jagung NK212s-GA21 dan Jagung
Standar Keamanan pangan, pakan, dan lingkungan Jangan sampai ada indikasi merusak NK6172-GA21 (PT Syngenta, 2022).
dan Mutu Pangan dari yang dapat dikonsumsi manusia, lingkungan atau tidak. “Karena itu Kemudian, Jagung NK7328s-
Badan Pangan Nasional dibudidayakan, atau diberikan PRG dijamin keamanannya karena Bt11xGA21, Jagung NK212s-Bt11xGA21,
(Bapanas), Yusra kepada ternak,” ungkapnya. instrumennya ketat,” kata Mastur. Jagung NK6172-Bt11xGA21K603
DEgayanti, mengakui Pendekatan kehati-hatian ini Sementara itu, Kepala Pusat PVT- dan Jagung NK306-Bt11xGA21K603
ada sejumlah anggota parlemen menurut Yusra, bertujuan untuk PP, Leli Nuryati mengatakan, Pusat (PT Syngenta, 2023).
yang menganggap GMO atau PRG meminimalisir risiko yang mungkin PVTPP memiliki tugas dan fungsi Ke depan, bagaimana semua
dapat membahayakan kesehatan. timbul dari penggunaan PRG dan antara lain melakukan pelepasan pihak bersama-sama memanfaatkan
Padahal, dengan adanya regulasi memastikan bahwa produk tersebut varietas, termasuk varietas produk varietas unggul baru hasil PRG
yang tepat, dapat memitigasi untuk tidak membahayakan kesehatan rekayasa genetik. Sebagai sekretariat ini untuk dapat mendorong
mencegah potensi bahaya tersebut. manusia dan lingkungan. tim penilai dan tim pengawas PRG, peningkatan produksi pangan di
Dengan pendekatan kehati- ada beberapa tugas penting PPVTPP. Indonesia. “Mudah-mudahan ini juga
hatian, regulasi yang tepat, dan Sederet Regulasi Pertama, menyusun dapat diterima masyarakat. Tentunya
komunikasi berbasis ilmiah, Sementara itu Presiden panduan penguji tanaman PRG. dapat mendorong juga pendapatan
menurutnya, tantangan yang Konsorsium Bioteknologi Indonesia Kedua, menyusun petunjuk petani,” katanya. Gsh/Yul
terkait dengan PRG dapat diatasi. (KBI), Mastur mengatakan, saat
Manfaat teknologi ini juga dapat ini beberapa regulasi yang telah
dimaksimalkan untuk mencapai pemerintah keluarkan terkait produk REGULASI-REGULASI PRG DI INDONESIA
ketahanan pangan dan kedaulatan bioteknologi, khususnya rekayasa
pangan nasional. “Karena itu, genetika di Indonesia yakni Peraturan
komunikasi berbasis ilmiah yang jelas Presiden No 39 Tahun 2010, Permen
dan akurat sangat penting untuk Lingkungan Hidup No. 25 Tahun 2012
meyakinkan semua pihak tentang tentang Keamanan Lingkungan,
keamanan PRG,” katanya. Permentan No 36 Tahun 2016 tentang
Ia menjelaskan bahwa setiap Keamanan Pakan, Perka BPOM No
tahapan dalam rantai pangan 6 Tahun 2018 mengenai Inspeksi
memerlukan perhatian dan kerja Pangan GMO, Permentan No 38
sama yang solid untuk memastikan Tahun 2019 mengenai Pelepasan
keamanan dan kualitas produk Varietas dan Permentan No 50 Tahun
pangan. Misalnya, Undang-Undang 2020 mengenai Pengawasan Varietas
Nomor 21 Tahun 2004 tentang GMO.
Ratifikasi Protokol Cartagena Sementara berdasarkan PP No.
mengatur pendekatan kehati- 21 Tahun 2005, semua PRG sebelum
hatian sebagai salah satu cara untuk diedarkan harus dikaji keamanan
mengatasi pro dan kontra terkait hayati berupa keamanan pangan,
produk pangan PRG. pakan dan atau lingkungan. Dengan
”Undang-undang kita demikian, setiap PRG harus melalui
menyebutkan bahwa hanya produk proses dari penelitian di laboratorium,