Page 41 - buku 1 kak emma_merged (1)_Neat
P. 41
Hasril Chaniago, Aswil Nazir, dan Januarisdi
diterbitkan 1976 –tetapi kejahatan perang Jepang yang sangat
keji ini tetap menjadi rahasia selama puluhan tahun. Sekalipun
pemerintah Indonesia sendiri sudah mengakui jasa dan
pejuangan Achmad Mochtar dengan diberikannya Bintang Jasa
oleh Presiden Soeharto tahun 1972. Sebelumnya, oleh Menteri
Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) dr. Sjarif Tajeb,
Alm. Achmad Mochtar sudah diangkat secara anumerta sebagai
karyawan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terhitung
28 Februari 1965 dengan hak dan kedudukan sesuai peraturan
pemerintah.
Adalah Prof. Dr. Sangkot Marzuki –ilmuan kedokteran
yang mengagumi Mochtar– bersama koleganya Dr. J. Kevin Baird
yang berhasil membongkar lebih rinci tentang kejahatan perang
Jepang tersebut. Tahun 1992 Prof. Sangkot dipanggil Menristek
Prof. B.J. Habibie dan mendapat tugas untuk menghidupkan
dan mengaktifkan kembali Lembaga Eijkman yang telah ditutup
sejak 1966 – padahal sejak awal berdiri hingga pertengahan abad
ke-20, ketika dipimpin Achmad Mochtar, Lembaga Eijkman
adalah lembaga penelitian kedokteran dengan reputasi terbaik
di dunia khusus untuk penelitian penyakit-penyakit tropis.
Prof. Sangkot –yang memimpin lembaga Eijkman selama
22 tahun (1992-2014) –dan sejawatnya Dr. J. Kevin Baird
(Direktur kerja sama Lembaga Eijkman-Oxford) bertahun-
tahun melakukan penyelidikan untuk mengungkap lebih
terang “Tragedi Klender” dan “Peristiwa Mochtar”. Mereka
berhasil menemukan makam Mochtar di komplek makam
kehormatan Belanda di Ereveld, Ancol. Tetapi sebelumnya,
12