Page 147 - Sejarah Daerah Lampung
P. 147
12tl
Dengan terhentinya semua kegiatan ini banyak tokoh pergerakan
menghentikan kegiatannya _dalam bidang politik dan mengarahkan ke-
giatan masing-masing untuk memikirkan perekonomian rumah tangga
masing-masing. Banyak yang mulai memikirkan untuk keluarga dan
memperbaiki nasib mereka yang selama ini bemasib kurang baik.
Dapat dikatakan nasib mereka morat-marit, tidak berpertghasilan tetap
karena memang mereka tidak mau bekerja pada pemerintah Belanda.
Keadaan ini mulai berubah pada tahun 1935. Beberapa cabang
PSII digiatkan kembali. Kamaruddin aktifkembali pada PSII d3n Mu-
hamadiyah. Tokoh-to~oh PSII pada waktu itU ialah wartawan sebenar-
nya Kamaruddin dan Nurdin sudah merupakan generasi penerus dari
generasi sebelumnya. Tokoh yang dianggap sebagai pelopor dalam
bidang jumalisitik di Lainpung ialah Mas Ace Padmawijaya dan Ki-
agus M.Zen.
Dengan adanya kegiatan PSII di Lampung Belanda mulai lagi
mengawasi kegiatan partai ini. Penangkapan mulai diadakan secara
besar-besaran di sekitartahun 1935 sampai 1937. Alasannya gampang
dicari dan dibuat. Sebagai kenang-kenangan pada penangkapan . ini
orang akan melihat dua buah jembatan tanah yang terletak antara Ko-
. tanegara dan Negeri Batin yang tingginya lebih kurang 6 meter. Jem-
batan ini terkenal dengan sebutan "Jembatan PSII", karena untuk men-·
dirikan jembatan ini telah dipergunakan orang-orang PSII yang di-
14
tangkap tadi. >
Seperti telah disebutkan tadi bahwa PNI yang tadinya telah mem-
punyai persiapan pendiriannya di Lampung akhimya dibubarkan sela-
ras dengan perkembangan PNI di pusat pinipinannya. Kemudian tim-
bullah Partindo yang dikendalikan oleh Mr. Abbas. AnggOta-anggota-
. nya kebanyakan orang-orang dari PNI. Di samping itu ada pula P~-
1~da yang timbul pada . tahun 1939. Dan paling akhir muricul pula
GAPPI (Gabungan Partai Politik Indonesia) yang dalam sepak terjang-

