Page 197 - Sejarah Daerah Lampung
P. 197
178
nantinya mendapat persetujuan syah dari Pemerintah Darurat Propinsi
Sumatera Selatan saat ini.
Karena .situasi keamanan yan~ belum stabil, maka tempat ke-
dudukan staf pemerintah untuksementara berpindah-pindah. Mula-mu-
la pindah di Pringsewu, lalu pindah di Talang Padang dan akhimya di
Bukit Kemuning.
. Di Bukit Kemuning inilah disusun iStaf Pemerintah secara leng-
kap, s~bagai akibat dari keputusan Persetujuan Roem Royen, guna
s'iap-siap untuk mene~a oper kekuasaan.clari tangan Belancla.' Dalam
susunan staf PemeriI!tah inilah, ditegaskan · bahwa Mr. Gele Harun
adalah Residen Lampung. Ketika Belanda harus menyerahkan dan me-
ngakui kekuasaan RI sebagai akibat dari hasil KMB 1949, maka Mr.
· Gele Harun. inilah yang menerima kekuasaan langsung · dari pihak Be-
landa. ·
Pada tahun 1950 berdasarkan hasil plebisit rakyat di K_awedana-
an Krui, maka sejak itu Krui yang semula merupakan bagian dari·
Karesidenan Bengkulu, masuk menjadi bagian wilayah Karisedenan
3
Lampung. > Dengan demikian maka Karisednan Lampung meliputi
seluruh ujwig selatan dari Pulau Sumatera.
Melihat luasnya wilayah Karisidenan serta kemampuan potensi
perekonomiannya, maka berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti:
Undang-undang No . .13 tahun 1964, kemudian menjadi Undang-un-
,dang No. 14 tahUI1 1964, maka Karesidenan Lampung ditingkatkan
menjadi Daerah Tingkat I (Propinsi) hingga saat sekarang ini. Dengan
demikian Lampung sejak 1964 berdiri sendiri sebagai daerah Tingkat
I, bukan lagi merupakan Bagian dari Propmsi Sumatera Selatan.
Sebagai Gubemur KOH Tingkat I Lampung saat itu · diangkat
Kusno Danopoyo, kemudian pada tahun 1967 teipilih ZainaI Abidin
pagar Alam clan semenjak akhir tahun .·1972 jabatan Gubemur KDH
Tingkat I Lampung dipegang oleh Bri&jen TNI SUtiyoso.

