Page 85 - Sejarah Daerah Lampung
P. 85
monopoli perdagangan lada. Dan sejak itu Belanda secara yuridis
mempunyai perdagangan lada di Lampung.
Sebenamya ketika terjadi pergolakan di Banten: itu, maka terbuka
lebar kesempatan untuk menguasai Lampung. Pada tanggal 29 Juni
1682, VOe telah bersiap-siap untuk mengirimkan ekspedisi ke Lam-
pung dengan meminta penjelasan dari Residen voe di Banten, Willem
eaaftentang situasi di Lampung. Untuk tugas ini dipilihlah Koopman
Everhard van der Schuur, seorang anggOta "eolge van Schepenen" di
Batavia. Dia dipilih karena pandai berbahasa Melayu dan dia didam-
pingi oleh Ondetkoopman Abraham Holscher berikut dua orang duta
di Ba11t"°-.
Pada tanggal 6 Agustus 1682 pagi hari, mereka menerima ins-
truhi dari Gubemur Jenderal, dimana antaa lain disebutkan :
1. Bahwa setelah Sultan Haji berkuasa, maka voe berkewajiban un-
tuk melindungi Banten di Sumatra, yaitu L~ung dan Selebar
yang terletak antara Kerajaan Palembang dan daerah Mayuta
hingga lndrapura;
2 Menguasai perdagangan lada atau menjajagi kemungkinan untuk
menguasai perdagangan lada;
3~ Apabila sambutan orang Lampung itu baik, maka van der Schuur
harus mencari tempat yang baik untuk mengawasi perdagangan
merica di Selebar dan Ketahun;
4. Mengusir orang lnggris di Lampung dengan secara rarnah-tamah
tapi kalaµ perlu dengan kekerasan.
Ekspedisi van der Schuur berangkat sore hari itu juga dari ~a
tavia, tanggal 8 Agustus 1682 mereka singgah di Banten untulc mela-
por kepada ~ayor Issac de Samt M~rtin dan Rad van Banten. Di sini
mereka menerima suatu nota tentang Lampung yang merupakan inti
laporan yang disusun Koopman Herbertus de Jager berisi tentang

