Page 9 - MODUL SPLDV SMA KELAS X
P. 9

Diberikan dua persamaan x = 3 dan y = -2. Kedia persamaan linier tersebut membentuk sistem

               persamaan  linier  dua  variabel  sebab  kedua  persamaan  linier  tersebut  dapat  dinyatakan  dalam
               bentuk    + 0   = 3 dan 0   +    = −2 dan variabel x dan y pada kedua persamaan memiliki nilai

               yang sama dan saling terkait.


               Agar dapat lebih mendalami sistem persamaan linier, cermatilah masalah berikut.

               Contoh 2
                   a)  2   + 3   = 0…………………….(1a)

                       4   + 6   = 0…………………….(1b)
                   b)  3   + 5   = 0…………………….(2a)

                       2   + 7   = 0…………………….(2b)

                       Apakah  sistem  persamaan  linier  tersebut  memiliki  penyelesaian  tunggal  atau  banyak?
                       Apakah persamaan – persamaan  dalam sistem persamaan tersebut dapat disederhanakan?

                       Alternatif Penyelesaian

                       a) 2   + 3   = 0…………………….(1a)
                         4   + 6   = 0…………………….(1b)

                      Memiliki  lebih  dari  satu  penyelesaian,  misalnya  (3,  -2),  (-3,2)  dan  termasuk  (0,0),
                      persamaan  (1b)  merupakan  kelipatan  dari  (1a)  sehingga  (1b)  dapat  disederhanakan

                      menjadi 2   + 3   = 0. kedua persamaan tersebut memiliki suku konstan nol dan grafik

                      kedua  persamaan  berimpit.  Apabila  sebuah  SPLDV  memiliki  penyelesaian  tidak
                      semuanya nol dikatakan penyelesaian tak trival.

                       b) 3   + 5   = 0…………………….(2a)
                         2   + 7   = 0…………………….(2b)

                      Memiliki  suku  konstan  nol  dan  hanya  memiliki  penyelesaian  tunggal  yaitu  (0,0)

                      (mengapa?). apabila sebuah SPLDV memiliki penyelesaian tunggal (dalam contoh ini x =
                      0  dan  y  =  0),  maka  SPLDV  dikatakan  memliki  penyelesaian  trival.  SPLDV  yang

                      memiliki penyelesaian trival, maka persamaan tersebut tidak dapat lagi disederhanakan.


                      Kedua sistem persamaan linier di atas adalah sistem persamaan linier homogen.





                                                                                                            6
   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14