Page 55 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 MARET 2020
P. 55
"Jika tidak ada kebijakan dan paradigma yang sama antara pelaku usaha, buruh dan
pemerintah dalam merespon berbagai tantangan ke depan, maka kita akan
menghadapi ancaman. Investor akan lebih memilih berinvestasi di negara lain yang
semuanya lebih kompetitif, dan kita gagal menciptakan lapangan pekerjaan baru
bagi masyarakat yang belum mendapat pekerjaan saat ini," ucap Viktor.
Viktor mengajak semua pemangku kepentingan dunia usaha dalam dialektika RUU
Ciptaker untuk duduk secara proporsional dengan mengedepankan kepentingan
nasional. Viktor juga merujuk pernyataan Juru Bicara Presiden Joko Widodo
(Jokowi), Fadjroel Rahman yang menyebut RUU Ciptaker nantinya bisa
mendongkrak pertumbuhan ekonomi menjadi 5,7-6%.
Selain itu juga menambah sumber daya manusia (SDM) berkualitas sebanyak 2,7-3
juta per tahun. "Jika benar tujuan pemerintah seperti yang dikatakan Fadjroel, tentu
RUU Ciptaker ini layak didukung karena bisa semakin memberi kesejahteraan bagi
rakyat. Pengangguran terakomodir, daya beli naik, dan pertumbuhan ekonomi naik,"
kata Viktor.
Viktor tak memungkiri ada beberapa pasal dalam RUU tersebut yang harus dikritisi,
terutama menyangkut nasib buruh ke depan. "Itu sebabnya semua stake holder
harus duduk bersama, saling mengkritisi dan memberi masukan. Tapi jangan terlalu
dini untuk mengatakan bahwa undang-undang ini membawa Indonesia kembali ke
zaman Orde Baru atau meminta agar undang-undang ini jangan dibahas.
Pernyataan seperti itu terlalu prematur," tegas Viktor.
Page 54 of 99.

