Page 50 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 JANUARI 2020
P. 50

Title          KONTROVERSI OMNIBUS LAW: DITOLAK BURUH, DIDUKUNG PENGUSAHA
               Media Name     kontan.co.id
               Pub. Date      07 Januari 2020
                              https://tabloid.kontan.co.id/news/kontroversi-omnibus-law-ditolak-buru h-didukung-
               Page/URL
                              pengusaha
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive














               Ribut-ribut soal ketenagakerjaan kembali menyeruak di akhir tahun ini. Tapi kali ini
               pemicunya bukan soal kenaikan upah minimum provinsi (UMP) seperti yang sudah-
               sudah. Polemik kembali menyeruak menyusul pembahasan Rancangan Undang-
               Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. Pasalnya, dalam pembahasan
               calon beleid tersebut, beberapa isu sensitif turut dibahas. Salah satunya
               menyangkut sistem pengupahan dan pesangon.

               Selama ini, dua persoalan tersebut menjadi tarik ulur antara kalangan buruh dan
               pengusaha. Tak pelak, dalam pembahasan RUU Cipta Lapangan Kerja, kedua isu
               tersebut kembali menuai konflik antara buruh dan pengusaha. Itu pula yang
               membuat pembahasan RUU Cipta Lapangan Kerja menjadi molor.

               Sedianya, Kamis (12/12) lalu merupakan target penyampaian draf final beleid itu ke
               Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Lantaran belum siap, RUU ini ditargetkan bisa
               masuk ke senayan Januari tahun depan.

               Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan,
               Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja terhambat pada pembahasan di aspek lapangan
               pekerjaan. Selain upah dan pesangon, di dalamnya juga terkait pembahasan soal
               jam kerja, proses perekrutan maupun pemutusan hubungan kerja atau PHK (easy
               firing easy hiring) serta fleksibilitas jam kerja.

               "Pembahasannya masih ada yang kurang, kami masih rapat bersama Kementerian
               Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan dari Menaker belum selesai," ujar Airlangga.

               Direktur Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker, Wahyu Widodo mengakui,
               pembahasan seputar pengupahan dan pesangon belum final. Masalah formulasi
               pengupahan ini memang selalu menuai polemik.

               Bagi kalangan pengusaha sistem pengupahan sekarang dianggap memberatkan
               karena upah minimum mengalami kenaikan setiap tahunnya. Namun di sisi lain,
               kenaikan itu tidak pernah memuaskan kalangan buruh. "Nah, itu sekarang lagi






                                                       Page 49 of 74.
   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55