Page 121 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 121

Title          SELAIN DEMO BESAR-BESARAN, KSPI AKAN TEMPUH LANGKAH HUKUM TOLAK OMNIBUS
                              LAW RUU CIPTA KERJA
               Media Name     kompas.com
               Pub. Date      16 Februari 2020
               Page/URL       https://nasional.kompas.com/read/2020/02/16/16271851/selain-demo-besar -besaran-
                              kspi-akan-tempuh-langkah-hukum-tolak-omnibus-law
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative







               JAKARTA, - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan melakukan tindakan
               hukum untuk menolak Omnibus Law Cilta Kerja, selain akan menggelar aksi besar-
               besaran.

               Hal tersebut disampaikan Presiden KSPI Said Iqbal saat menggelar konferensi pers,
               merespons rencana pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja di kawasan Jalan
               Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (16/2/2020).

               "Secara hukum kami akan lakukan judicial formil. Batalkan semua isi UU Omnibus
               Law, tidak hanya tentang ketenagakerjaan ke Mahkamah Konstitusi," kata dia.

               Pihaknya akan meminta MK membatalkan pasal yang merugikan.

               "Berikutnya citizen law suit, gugatan warga negara, karena buruh sebagai warga
               negara dirugikan dengan sikap pemerintah yang sangat kapitalis dan liberal," kata
               dia.

               Menurut Iqbal, adanya Omnibus Law RUU Cipta Kerja ini membuat dunia tenaga
               kerja diliberalisasi.

               Hal tersebut terlihat dari pasal-pasal yang termuat dalam RUU tersebut.

               Setelah melakukan kajian terhadap RUU Cipta Kerja, ia menilai, apa yang dilakukan
               pemerintah melalui Omnibus Law hanya oming kosong belaka.

               "Kami minta DPR secara politik batalkan Omnibus Law RUU Cipta Kerja, khususnya
               klaster ketenagakerjaan dan semua yang berhubungan dengan ketenagakerjaan,"
               pungkas dia.

               KSPI mengungkapkan sembilan alasan mengapa mereka menolak Omnibus Law
               RUU Cipta Kerja.

               Kemudian jam kerja eksploitatif, penggunaan karyawan kontrak yang tidak terbatas,
               penggunaan tenaga kerja asing (TKA), PHK yang dipermudah, hilangnya jaminan
               sosial bagi pekerja buruh khususnya kesehatan dan pensiun, serta sanksi pidana
               terhadap perusahaan yang dihilangkan.




                                                      Page 120 of 336.
   116   117   118   119   120   121   122   123   124   125   126