Page 125 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 125
Title KSPI: TIDAK ADA SWEETENER DI DUNIA BURUH
Media Name tempo.co
Pub. Date 16 Februari 2020
Page/URL https://nasional.tempo.co/read/1308286/kspi-tidak-ada-sweetener-di-dun ia-buruh
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Jakarta - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia ( KSPI ) mengaku tak pernah diajak
berdiskusi oleh pemerintah mengenai penyusunan Omnibus Law Rancangan
Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja .
Lembaga itu juga tak masuk dalam tim pembahasan Omnibus Law Cipta Kerja yang
dibuat oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
"Kami tidak tahu, kami tidak diundang. Kami tidak mau karena pembahasan
dilakukan secara tertutup atau bertentangan dengan Undang-Undang Dasar (UUD)
1945," ucap Presiden KSPI Said Iqbal, Minggu (16/2).
Untuk itu, Said menyatakan pihaknya tak bertanggung jawab dengan semua poin
yang ada di dalam Omnibus Law Cipta Kerja. Bahkan, ia menolak mentah-mentah
semua isi dari draf tersebut.
"Kami menolak dengan tiga prinsip, tidak ada kepastian kerja, tidak ada kepastian
kesejahteraan, dan juga tidak ada kepastian mengenai jaminan sosialnya," ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena
Wea dan Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (Kasbi) Nining Elitos bilang nama
kelompoknya dicatut dalam Surat Keputusan (SK) Menko Perekonomian Nomor 121
Tahun 2020.
Surat itu berisi mengenai tim pengkajian Omnibus Law Cipta Kerja. Pihak KSPSI dan
Kasbi mengklaim tak pernah mengiyakan untuk masuk dalam tim tersebut.
"Meski dalam SK tersebut terdapat penyebutan Ketua Umum Konfederasi Kongres
Aliansi Buruh Indonesia, kami pastikan bahwa penyebutan tersebut adalah
pencatutan ataupun klaim secara sepihak," kata Nining belum lama ini.
Nining mengatakan beberapa kali diundang oleh Kementerian Koordinator
Perekonomian untuk membahas RUU tersebut.
Namun, KASBI selalu menolak karena menilai tidak ada itikad baik dari pemerintah
sejak awal.
Page 124 of 336.

