Page 128 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 128

"Buruh perempuan semakin jauh dari mendapatkan hak kesehatan reproduksinya,"
               ucap Nining Elitos.

               Sejumlah serikat pekerja/serikat buruh sudah menyatakan menolakomnibus law itu
               dan tak mau tergabung dalam tim konsultasi bentukan Menteri Koordinator
               Perekonomian Airlangga Hartarto.

               Pembentukan tim konsultasi baru diumumkan menjelang penyerahan draf dan surat
               presiden (surpres) RUU Cipta Kerja ke DPR.

               Pemerintah sebenarnya telah menjalankan lobi-lobi kepada serikat pekerja dan
               serikat buruh agar mendukung RUU Cipta Kerja.

               Dalam sejumlah kesempatan, Menko Airlangga dan Menteri Ida mengundang
               petinggi serikat buruh.

               Pertemuan-pertemuan tersebut berlangsung di sejumlah lokasi, mulai dari kantor
               Kemenaker, rumah dinas Airlangga, hingga di sejumlah hotel.

               Pada 14 Januari 2020, misalnya, Airlangga dan Ida bertemu sejumlah kelompok
               buruh di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Hadir pula petinggi Badan Intelijen
               Negara (BIN) dan Polri.

               Langkah pemerintah melibatkan aparat Kepolisian dan Intelijen pun dikritik lantaran
               dinilai tak relevan. Apalagi, dalam penyusunan draf RUU pemerintah tak transparan
               dan tak melibatkan publik.

               "Menurut saya pemerintah jangan offside lah, jangan berlebihan juga, nanti
               akhirnya malah memperkeruh suasana," kata Komisioner Ombudsman Nasional RI
               Alamsyah Saragih kepada Tempo pada Kamis malam pekan lalu.

               Ada sejumlah alasan penolakan yang diajukan kalangan buruh. Mulai dari hilangnya
               upah minimum, hilangnya jaminan sosial, berkurangnya pesangon PHK, jam kerja
               yang eksplotatif, hingga ketidakjelasan nasib pekerja kontrak dan outsourcing.

               Kemudian ancaman banjir tenaga kerja asing yang tak berkeahlian (unskilled
               labour), kemudahan PHK oleh perusahaan, upaya penghapusan sanksi pidana bagi
               perusahaan, dan aturan yang diskriminatif bagi perempuan seperti cuti haid dan
               melahirkan hilang.

               Poin soal ketenagakerjaan ini tertuang dalam Bab IV draf RUU Cipta Kerja.

               Ada tiga beleid terkait ketenagakerjaan yang akan diubah dalam omnibus law ini,
               yakni UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, UU Nomor 40 Tahun
               2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, dan UU Nomor 24 Tahun 2011
               tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.



                                                      Page 127 of 336.
   123   124   125   126   127   128   129   130   131   132   133