Page 130 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 130

Menurut dia, perubahan itu dibuat lantaran aturan pesangon dalam UU
               Ketenagakerjaan kurang implementatif. Banyak pengusaha tak mampu
               membayarkan pesangon sesuai aturan tersebut.


               "Hitung-hitungan prinsip pemberian pesangon, upah, itu kan (bagaimana)
               pengusahanya mampu, buruhnya cukup," ujar Ida pada Selasa pekan lalu.

               Rancangan aturan yang baru itu juga hendak menghapus cuti khusus atau izin tak
               masuk saat haid hari pertama bagi perempuan. Dalam UU Ketenagakerjaan, aturan
               tersebut tercantum dalam Pasal 93 huruf a.

               Juga diusulkan dihapus izin atau cuti khusus menikah, menikahkan, mengkhitankan,
               membaptiskan anaknya, istri melahirkan/keguguran kandungan, hingga adanya
               anggota keluarga dalam satu rumah yang meninggal dunia (huruf b).


               "Buruh perempuan semakin jauh dari mendapatkan hak kesehatan reproduksinya,"
               ucap Nining Elitos.

               Sejumlah serikat pekerja/serikat buruh sudah menyatakan menolakomnibus law itu
               dan tak mau tergabung dalam tim konsultasi bentukan Menteri Koordinator
               Perekonomian Airlangga Hartarto.

               Pembentukan tim konsultasi baru diumumkan menjelang penyerahan draf dan surat
               presiden (surpres) RUU Cipta Kerja ke DPR. Pemerintah sebenarnya telah
               menjalankan lobi-lobi kepada serikat pekerja dan serikat buruh agar
               mendukung RUU Cipta Kerja.

               Dalam sejumlah kesempatan, Menko Airlangga dan Menteri Ida mengundang
               petinggi serikat buruh. Pertemuan-pertemuan tersebut berlangsung di sejumlah
               lokasi, mulai dari kantor Kemenaker, rumah dinas Airlangga, hingga di sejumlah
               hotel.

               Pada 14 Januari 2020, misalnya, Airlangga dan Ida bertemu sejumlah kelompok
               buruh di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Hadir pula petinggi Badan Intelijen
               Negara (BIN) dan Polri.

               Langkah pemerintah melibatkan aparat Kepolisian dan Intelijen pun dikritik lantaran
               dinilai tak relevan. Apalagi, dalam penyusunan draf RUU pemerintah tak transparan
               dan tak melibatkan publik.

               "Menurut saya pemerintah jangan offside lah, jangan berlebihan juga, nanti
               akhirnya malah memperkeruh suasana," kata Komisioner Ombudsman Nasional
               RI Alamsyah Saragih kepada Tempo pada Kamis malam pekan lalu.


               BUDIARTI UTAMI PUTRI | FIKRI ARIGI | DEWI NURITA | FAJAR
               PEBRIANTO





                                                      Page 129 of 336.
   125   126   127   128   129   130   131   132   133   134   135