Page 131 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 131

Title          9 ALASAN KSPI TOLAK RUU CIPTA KERJA ALIAS 'CILAKA'
               Media Name     tirto.id
               Pub. Date      16 Februari 2020
               Page/URL       https://tirto.id/9-alasan-kspi-tolak-ruu-cipta-kerja-alias-cilaka-eznu
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative








               Ada 9 alasan kenapa KSPI Said Iqbal menolak RUU Cipta Kerja alias RUU Cilaka.

               Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan dalam
               RUU Cipta Kerja (sebelumnya bernama Cipta Lapangan Kerja alias Cilaka) "tidak ada
               kepastian kerja, kepastian jaminan sosial, dan kepastian pendapatan." Hal ini
               menurutnya disebabkan karena dalam peraturan itu sistem kerja kontrak dan
               outsourcing legal diterapkan di semua lini, termasuk di pekerjaan utama perusahaan
               ( core business ).

               KSPI, seperti banyak serikat lain, menyatakan menolak peraturan dari pemerintah
               yang kini tengah dibahas DPR tersebut.

               Di Ballroom Hotel Mega Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Ahad (16/2/2020),
               Iqbal bilang selain soal kontrak dan outsourcing , ada delapan alasan lain kenapa
               mereka menolak peraturan ini.

               Alasan lain karena RUU Cilaka ini menghilangkan upah minimum kabupaten/kota
               dan upah minimum sektoral dengan hanya menyisakan upah minimum provinsi
               (UMP).

               "Kalau di Jawa Barat standar upah provinsinya Rp1,8 juta/bulan, gimana dengan
               upah pekerja di Karawang dan Bekasi yang sudah Rp4,2 juta- Rp4,4 juta? Masak
               turun upah mereka?" katanya.

               Alasan ketiga, RUU Cilaka ini menurunkan angka pesangon. Iqbal bilang, pekerja
               seharusnya bisa mendapatkan 34 kali gaji jika alasan PHK adalah kesalahan
               perusahaan. Dalam di peraturan baru, kewajiban perusahaan hanya 17 kali gaji.
               "Seharusnya bisa lebih," katanya menegaskan.

               Keempat, KSPI menolak RUU Cilaka karena peraturan ini memungkinkan pekerja
               diupah perjam. Menurutnya jika aturan itu diterapkan, buruh akan semakin
               dieksploitasi.

               Kelima, adanya potensi penggunaan tenaga kerja asing (TKA) kasar. "Pakai izin
               menteri saja masuk TKA Cina di proyek Meikarta. Ketahuan gara-gara Corona. Kalau
               itu dihapus, semakin mudah TKA buruh kasar masuk," kata dia.

               KSPI juga memprotes poin mengenai ketentuan PHK yang menurutnya dipermudah.



                                                      Page 130 of 336.
   126   127   128   129   130   131   132   133   134   135   136