Page 124 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 124

Title          DRAF OMNIBUS LAW CIPTA KERJA, KSPI TAK PERNAH DIAJAK DISKUSI
               Media Name     cnnindonesia.com
               Pub. Date      16 Februari 2020
                              https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200216161604-92-475111/draf-omn ibus-law-
               Page/URL
                              cipta-kerja-kspi-tak-pernah-diajak-diskusi
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative






               Jakarta - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia ( KSPI ) mengaku tak pernah diajak
               berdiskusi oleh pemerintah mengenai penyusunan Omnibus Law Rancangan
               Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja . Lembaga itu juga tak masuk dalam tim
               pembahasan Omnibus Law Cipta Kerja yang dibuat oleh Kementerian Koordinator
               Bidang Perekonomian.

               "Kami tidak tahu, kami tidak diundang. Kami tidak mau karena pembahasan
               dilakukan secara tertutup atau bertentangan dengan Undang-Undang Dasar (UUD)
               1945," ucap Presiden KSPI Said Iqbal, Minggu (16/2).

               Untuk itu, Said menyatakan pihaknya tak bertanggung jawab dengan semua poin
               yang ada di dalam Omnibus Law Cipta Kerja. Bahkan, ia menolak mentah-mentah
               semua isi dari draf tersebut.

               "Kami menolak dengan tiga prinsip, tidak ada kepastian kerja, tidak ada kepastian
               kesejahteraan, dan juga tidak ada kepastian mengenai jaminan sosialnya," ujarnya.

               Sebelumnya, Presiden Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena
               Wea dan Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (Kasbi) Nining Elitos bilang nama
               kelompoknya dicatut dalam Surat Keputusan (SK) Menko Perekonomian Nomor 121
               Tahun 2020. Surat itu berisi mengenai tim pengkajian Omnibus Law Cipta Kerja.
               Pihak KSPSI dan Kasbi mengklaim tak pernah mengiyakan untuk masuk dalam tim
               tersebut.

               "Meski dalam SK tersebut terdapat penyebutan Ketua Umum Konfederasi Kongres
               Aliansi Buruh Indonesia, kami pastikan bahwa penyebutan tersebut adalah
               pencatutan ataupun klaim secara sepihak," kata Nining belum lama ini.

               Nining mengatakan beberapa kali diundang oleh Kementerian Koordinator
               Perekonomian untuk membahas RUU tersebut. Namun, KASBI selalu menolak
               karena menilai tidak ada itikad baik dari pemerintah sejak awal. Pemerintah baru
               saja menyerahkan draf Omnibus law Cipta Kerja ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
               pada Rabu (12/2) kemarin. RUU juga masuk dalam daftar Program Legislasi
               Nasional atau Prolegnas Prioritas 2020. Selain Cipta Kerja, terdapat tiga Omnibus
               Law lain yang masuk dalam Prolegnas Prioritas 2020. Tiga aturan yang dimaksud
               adalah RUU tentang Ibu Kota Negara, RUU tentang Kefarmasian, dan RUU tentang
               Ketentuan dan Fasilitas Perpajakan untuk Penguatan Perekonomian. (aud/bir).




                                                      Page 123 of 336.
   119   120   121   122   123   124   125   126   127   128   129