Page 73 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 73

MENTERI BAHLIL MINTA BURUH BERJIWA BESAR SOAL UPAH: KASIHAN
              PENGUSAHA
              Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia meminta
              buruh berjiwa besar terkait penetapan upah minimum provinsi (UMP) 2022. Sebab, pandemi
              membuat pengusaha terdampak cukup berat selama satu setengah tahun terakhir.

              "Ibarat mobil perusahaan-perusahaan ini baru lari pemanasan, baru ganti oli, tiba-tiba dikasih
              beban yang tinggi. Ini bisa-bisa mobilnya masuk got," katanya dalam konferensi pers daring di
              Jakarta, Rabu (1/12).

              Sebagai  mantan  pengusaha,  Bahlil  menyebutkan  pengusaha  tak  selalu  berpikir  untuk  bisa
              mendapatkan keuntungan semata, tapi juga upaya untuk menjaga keberlangsungan usahanya.
              "Karena kalau dia tidak punya kemampuan untuk bayar pegawainya, ya perusahaan itu tutup,"
              katanya.

              Dari sisi buruh, sebagai mantan karyawan, Bahlil juga meminta para buruh agar bisa berjiwa
              besar menanggapi keputusan penetapan UMP 2022.

              "Teman-teman buruh yang saya hormati, karena saya dulu juga pernah jadi karyawan, saya
              menghormati mereka. Tapi kita harus ada pada titik tengah. Yang penting mereka juga bisa
              dapat  gaji,  tetapi  usahanya  juga  jangan  dikasih  beban  yang  terlalu  tinggi  juga.  Kasihan  ini
              mereka," katanya.

              Menurut  Bahlil,  meski  pemulihan  ekonomi  mulai  terjadi,  kondisi  berat  masih  dirasakan  para
              pengusaha.

              "Mereka ini punya kredit refinancing terus. Bunganya saja dibayar, sebagian pokok tidak bisa
              dibayar. Kalau ditambah beban lagi nanti lama-lama perusahaan tutup terus kita semua bubar.
              Sekarang kita pilih, tahan sedikit tapi perusahaan selamat atau kita paksain perusahaan bubar
              dan kita tidak dapat apa-apa," pungkas Bahlil.





































                                                           72
   68   69   70   71   72   73   74   75   76   77   78