Page 208 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 208
Judul UMP 2022 Naik 1,09 Persen, Menaker: Pidana Bagi Pemberi Upah di
Bawah Standar
Nama Media sukabumiupdate.com
Newstrend Upah Minimum 2022
Halaman/URL https://sukabumiupdate.com/posts/91515/ump-2022-naik-109-persen-
menaker-pidana-bagi-pemberi-upah-di-bawah-standar
Jurnalis redaksi
Tanggal 2021-11-17 16:56:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 10.000.000
News Value Rp 30.000.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
positive - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Bagi perusahaan yang membayar upah di
bawah upah minimum akan dikenai sanksi pidana
Ringkasan
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menegaskan bahwa upah minimum provinsi (UMP) 2022
naik sebesar 1,09 persen. Ia juga menegaskan akan memberikan sanksi pidana bagi perusahaan
yang memberi upah dibawah UMP 2022. Kenaikan tersebut masih menunggu keputusan masing-
masing gubernur, paling lambat 20 November 2021. Ida menegaskan, perusahaan tak boleh lagi
menangguhkan gaji para karyawan.
UMP 2022 NAIK 1,09 PERSEN, MENAKER: PIDANA BAGI PEMBERI UPAH DI BAWAH
STANDAR
SUKABUMIUPDATE.com - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menegaskan bahwa upah
minimum provinsi (UMP) 2022 naik sebesar 1,09 persen. Ia juga menegaskan akan memberikan
sanksi pidana bagi perusahaan yang memberi upah dibawah UMP 2022.
Kenaikan tersebut masih menunggu keputusan masing-masing gubernur, paling lambat 20
November 2021. Ida menegaskan, perusahaan tak boleh lagi menangguhkan gaji para karyawan.
"Bagi perusahaan yang membayar upah di bawah upah minimum akan dikenai sanksi pidana,"
kata Ida dalam rapat virtual pada Selasa, 16 November 2021 dikutip dari tempo.co.
Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang
pengupahan. Berlandaskan beleid tersebut, diproyeksikan rata-rata kenaikan upah minimum
pada tahun 2022 hanya sebesar 1,09 persen. Di samping itu, beleid itu memuat adanya batas
bawah dan batas atas pada upah minimum.
207

