Page 204 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 204

"Hal tersebut bertentangan dengan Konvensi ILO 98 tentang hak berunding bersama dan juga
              Kepres 107/2004 tentang Dewan Pengupahan, dalam PP 36/2021 mensyaratkan pertumbuhan
              ekonomi atau inflasi kabupaten dan kota tiga tahun terakhir," kata Roy.

              Roy menjelaskan masalah bertambah karena tidak semua BPS kabupaten dan kota menghitung
              dan merilis pertumbuhan ekonomi yang dibutuhkan tersebut.

              Roy  mengklaim  sudah  sejak  lama  kelompok  buruh  di  kabupaten  dan  kota  sudah  mencoba
              meminta data-data tersebut ke BPS setempat.

              "Namun BPS tersebut menyatakan tidak mempunyai data-data yang dibutuhkan tiba-tiba muncul
              Surat Edaran (SE) menaker RI tanggal 9 Nopember 2021 mengenai data-data pertumbuhan
              ekonomi se-Indonesia," jelas Roy.

              Kelompok buruh sangat meragukan data-data yang disampaikan Menteri Tenaga Kerja tersebut.
              hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan. Roy mengatakan dalam sejarah pengupahan,
              baru kali ini di Indonesia dalam penetapan Upah Minimum 2022 diatur mengenai ambang atas
              dan ambang bawah dalam penetapan upah minimum.

              "Kalau penerapan ambang batas dan ambang bawah diterapkan sudah dapat dipastikan upah
              buruh beberapa tahun kedepan tidak akan naik. Kalaupun naik hanya berkisar Rp 18 ribu. Oleh
              karena itu Serikat Pekerja dan Serikat Buruh di tingkat Nasional dan Tingkat Daerah sepakat
              untuk melakukan mogok daerah dan mogok nasional," tegas Roy.

              Roy  menerangkan  aksi  mogok  kerja  serentak  itu  akan  dilakukan  sebelum  penetapan  Upah
              Minimum Tahun 2022 dan di bulan Desember 2022. Aksi mogok kerja terus dilakukan apabila
              MK tidak membatalkan UU Cipta Kerja yang dianggap kelompok buruh bertentangan dengan
              UUD 1945 dan UU 12 tahun 2011.

              "Sebagaimana yang bisa kita lihat dalam fakta-fakta persidangan, semua ahli menyatakan bahwa
              metode  Omnibus  Law  tidak  dikenal  dalam  UU  12/2011  tentang  Pembentukan  Peraturan
              Perundang undangan," tukas Roy.




































                                                           203
   199   200   201   202   203   204   205   206   207   208   209