Page 205 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 205
Judul Tuntut Kenaikan Upah 2022, Ratusan Buruh Geruduk Kantor Ganjar
Pranowo
Nama Media kompas.com
Newstrend Upah Minimum 2022
Halaman/URL https://regional.kompas.com/read/2021/11/17/165844078/tuntut-
kenaikan-upah-2022-ratusan-buruh-geruduk-kantor-ganjar-pranowo
Jurnalis Kontributor Semarang, Riska Farasonalia
Tanggal 2021-11-17 16:58:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
neutral - N/A (Masa) Upah ini untuk kita, untuk buruh. Kalau kita tidak mau berjuang pasti
pemerintah akan main-main dengan yang namanya UMK
positive - Karmanto (Korlap aksi dari aliansi buruh Jawa Tengah) Penetapan UMK 2022 harus
dilakukan berdasarkan rumusan UMK berjalan + kebutuhan di masa pandemi Covid 19 = upah
2022, bukan mengacu inflasi dan pertumbuhan ekonomi
positive - Karmanto (Korlap aksi dari aliansi buruh Jawa Tengah) Total kebutuhan di masa
pandemi Rp 449.600. Dari kebutuhan selama pandemi itu, selama ini buruh hanya mendapatkan
subsidi dari pemerintah Rp 1.200.000/tahun. Maka UMK 2022 wajib naik 16 persen
negative - Karmanto (Korlap aksi dari aliansi buruh Jawa Tengah) Kami menolak Undang-Undang
(UU) Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja (Omnibus Law) dan Peraturan Pemerintah (PP)
Nomor 36 Tahun 2021 Tentang Pengupahan. Dan UMK 2022 wajib naik 16 persen
Ringkasan
Serikat buruh di Jawa Tengah melakukan aksi turun ke jalan menuntut kenaikan upah minimum
kabupaten/kota (UMK) di tahun 2022 sebesar 16 persen. Ratusan buruh yang tergabung dalam
Aliansi Buruh Jawa Tengah (ABJT) ini melakukan long march dari titik kumpul di Jalan
Ronggowarsito, Tanjung Emas. Sembari terus berjalan, mereka tampak membentangkan
spanduk besar bertuliskan "Batalkan Omnibus Law, UMK Tahun 2022 Wajib Naik 16 persen".
204

