Page 274 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JUNI 2020
P. 274

Pahala  mengemukakan  bahwa  Badan  Pelaksana  semestinya  tak  bisa  membiarkan  konflik
              tersebut terjadi. Proses seleksi pelatihan, kata dia, seharusnya melibatkan pihak-pihak yang
              kompeten dan bebas dari konflik kepentingan, seperti Badan Nasional Standardisasi Profesi atau
              Kementerian Ketenagakerjaan.

              Dia  mengimbuhkan,  penilaian  yang  tak  dilakukan  bersama  pihak  yang  kompeten  membuat
              materi pelatihan amburadul. Berdasarkan konsultasi KPK dengan Himpunan Lembaga Latihan
              Seluruh  Indonesia,  hanya  13  persen  dari  total  1.895  modul  yang  layak  menjadi  pelatihan.
              "Pelatihan menjadi PNS, misalnya. Itu dianggap pengetahuan karena sekali baca bisa selesai,"
              ujar dia.

              Indikasi konflik kepentingan telah diendus Indonesia Corruption Watch sejak pertengahan Mei
              lalu.  Dalam  publikasi  Catatan  Kritis  Lembaga  Pelatihan  Program  Kartu  Prakerja,  ICW
              menyatakan  konflik  tersebut  salah  satunya  terjadi  ketika  tiga  pejabat  Ruangguru  terdaftar
              sebagai penyedia pelatihan. Mereka adalah Iman Usman, pendiri sekaligus Direktur Produk dan
              Kerja Sama Ruangguru; Vice President of Corporate Strategy and Finance Arman Wiratmoko;
              dan Senior Vice President Sales & Marketing Ruangguru Adilla Inda Diningsih.

              Peneliti ICW, Siti Juliantari, mengatakan lembaganya juga menemukan perusahaan penyedia
              platform,  Tokopedia,  memiliki  afiliasi  dengan  42  lembaga  pelatihan  dan  platform  digital.
              Keterkaitan  tersebut  terlihat  dalam  196  pelatihan  yang  dipasarkan  Tokopedia.  "Tokopedia
              diduga menjalankan fungsi ganda pengawasan dan pelaksanaan," ujar Tari, awal Juni lalu.

              Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia, Astri Wahyuni, membantah
              pernyataan ICW. Ia mengatakan perusahaannya hanya berperan sebagai penyedia lapak dalam
              program  Kartu  Prakerja.  "Kami  tak  memiliki  fungsi  sebagai  lembaga  penyedia  kelas  atau
              pelatihan," ujar dia.

              Sementara itu, pendiri Ruangguru, Iman Usman, mengatakan Skill Academy telah beroperasi
              sesuai  dengan  Peraturan  Menteri.  Koordinator  Perekonomian  Nomor  3  TMiun  2020.  Dalam
              keterangannya, Iman menyitir kajian Komisi Pengawas Persaingan Usaha yang menyebutkan
              program Kartu Prakerja tak melanggar aturan. "Tidak ada keistimewaan khusus yang dimiliki
              Skill Academy sebagai lembaga pelatihan. Kelas yang ditawarkan juga sudah melalui proses
              verifikasi  dan  kurasi  PMO,"  ujar  Iman.  Meski  begitu,  Iman  menyatakan  lembaganya  siap
              mengikuti arahan terbaru jika pemerintah memutuskan mengubah regulasi.

              Direktur Kemitraan dan Komunikasi Badan Pelaksana Kartu Prakerja, Panji Winanteya Ruky,
              mengatakan  lembaganya  akan  menjadikan  kajian  KPK  sebagai  bahan  evaluasi  pelaksanaan
              program. "Komite akan menelaah lebih lanjut temuan itu," kata Panji.

              AV1T HIDAYAT

              Caption :

              TEMPO/NITA DIAN

              Lima dari delapan mitra platform digital program Kartu Prakerja dalam situs www.prakerja.go.id
              di Jakarta, kemarin.










                                                           273
   269   270   271   272   273   274   275   276   277   278   279