Page 277 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JUNI 2020
P. 277

pemerintah lengah melakukan pembahasan atas evaluasi dan perbaikan tata kelola program
              tersebut.

              Evaluasi  tersebut  melibatkan  kementerian  dan  lembaga  terkait,  seperti  Badan  Pengawasan
              Keuangan dan Pembangunan (BPKP), KPK, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa
              Pemerintah (LKPP), Kepolisian RI (Polri), serta Kejaksaan Agung.

              Perbaikan kemungkinan juga menyangkut Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 36 Tahun 2020
              tentang  Pengembangan  Kompetensi  Kerja  Melalui  Program  Kartu  Prakerja.  Dan,  Peraturan
              Menteri  Koordinator  Bidang  Perekonomian  Nomor  3  Tahun  2020  tentang  Pengembangan
              Kompetensi Kerja melalui Program Kartu Prakerja. "(Evaluasi dan perbaikan) bersama lembaga
              pengawas pemerintah dan penegak hukum," kata Panji ke KONTAN, kemarin.

              Untuk  itu,  Panji  menyebutkan,  pendaftaran  Program  Kartu  Prakerja  gelombang  4  akan
              berlangsung setelah proses evaluasi dan perbaikan tata kelola rampung. Meski begitu, dia belum
              bisa memastikan, kapan itu selesai.

              Direktur Jenderal Pembinaan, Pelatihan, dan Produktivitas Kemnaker Bambang Satrio Lelono
              menegaskan, akan ada perbaikan pengelolaan Program Kartu Prakerja. Harapannya, dengan
              perbaikan  ini  bisa  semakin  meningkatkan  kompetensi,  produktivitas,  dan  daya  saing  para
              peserta.

              Hanya, Bambang enggan mengomentari rekomendasi KPK yang meminta Kemnaker menjadi
              lembaga pelaksana Program Kartu Prakerja.

              Informasi saja, Program Kartu Prakerja memang awalnya Kemnaker desain sebagai salah satu
              program prioritas Presiden Joko Widodo di pemerintahan keduanya. Program ini sejak mula
              menyasar para calon pekerja dan korban pemutusan hubungan kerja (PHK) dengan anggaran
              Rp 10 triliun pada tahun ini.

              Namun,  atas  arahan  Presiden,  program  tersebut  dialihkan  pelaksanaannya  ke  Kementerian
              Koordinator Bidang Perekonomian, serta untuk mengurangi dampak Covid-19. Program Kart u
              Prakerja lalu membidik korban PHK dan anggarannya meningkat jadi Rp 20 triliun.

              Salah sasaran
              Pengamat ketenagakerjaan dari Universitas Airlangga Hadi Subhan menyebutkan, pelaksanaan
              Program Kartu Prakerja kurang efektif. Sebab, yang dibutuhkan pekerja terdampak Covid-19
              ialah bantuan tunai untuk bertahan hidup. Alhasil, membidik para korban PHK dengan memberi
              materi pelatihan kerja dalam Program Kartu Prakerja menjadi salah sasaran.

              Kemudian,  konten  pelatihan  dalam  program  ini  mayoritas  adalah  teori  dan  bukan  prak-tik.
              Padahal,  pekerja  lebih membutuhkan  pelat  ihan  prak-tik  lapangan.  "Sedangkan  pelatihan  di
              Program Kartu Prakerja hanya tutorial yang sama dengan pelatihan gratis yang ada di YouTube
              dan sejenisnya," ungkap Hadi.

              Hadi menyarankan, agar pemerintah menghapus dana pelatihan program ini dan merelokasinya
              inei\jadi bantuan tunai bagi para pekerja terdampak Covid-19.

              Permasalahan yang KPK Temukan dalam Program Kartu Prakerja

              1. Data yang Kemnaker rilis bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. (BPJS)
              Ketenagakerjaan menyebutkan, ada 1,7 juta pekerja yang dirumahkan dan kena PHK. Namun,
              yang mendaftar Program Kartu Prakerja secara daring hanya sekitar 143.000 orang.



                                                           276
   272   273   274   275   276   277   278   279   280   281   282