Page 278 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JUNI 2020
P. 278

2. Anggaran yang tidak efisien sebesar Rp 30,8 miliar untuk fitur face recognition untuk
              pengenalan peserta Program Kartu Prakerja. KPK menilai, penggunaan Nomor Induk
              Kependudukan (NIK) dan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sudah memadai.

              3. Keterlibatan delapan perusahaan platform digital tidak melalui mekanisme pengadaan barang
              dan jasa pemerintah. KPK menemukan, lima dari delapan perusahaan tersebut memiliki konflik
              kepentingan dengan lembaga penyedia pelatihan.

              4. Pelatihan daring dalam program ini tidak memenuhi kompetensi yang memadai. Dari total
              1.895 pelatihan, hanya 13% yang memenuhi syarat dari sisi materi dan penyampaian secara
              online. Kajian KPK menyebutkan, dari 1.895 materi pelatihan daring, ternyata 89% tersedia di
              internet secara gratis, termasuk di laman prakerja.go.id.

              Sumber: Pemberitaan dan Riset KONTAN






























































                                                           277
   273   274   275   276   277   278   279   280   281   282   283