Page 280 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 OKTOBER 2019
P. 280
Title SERIKAT PEKERJA DI KABUPATEN BANDUNG MINTA KENAIKAN UMK MENCAPAI 13 PERSEN,
INI ALASANNYA
Media Name jabar.tribunnews.com
Pub. Date 18 Oktober 2019
Page/URL https://jabar.tribunnews.com/2019/10/18/serikat-pekerja-di-kabupaten-b andung-minta-
kenaikan-umk-mencapai-13-persen-ini-alasannya
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin TRIBUNJABAR.ID, SOREANG -
Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2020 ditetapkan mengalami kenaikan
sebesar 8,51 persen.
Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Bandung Kabupaten Bandung
berharap kenaikan UMK mencapai 12-13 persen.
Ketua SPSI Kabupaten Bandung , Uben Yunara menuturkan bahwa para pengusaha
di Kabupaten Bandung menggunakan parameter UMK dalam menentukan kenaikan
upah minimum.
"(Iuran) BPJS aja naiknya 100 persen, UMK masa 8,51 persen, itu terlalu kecil,
mininal naiknya menjadi 12-13 persen. Jadi yang tadinya Rp 2,8 juta (UMK
Kabupaten Bandung) menjadi sekitar Rp 3,3 juta," ungkapnya melalui telepon
seluler, Jumat (18/10/2019).
Menurutnya, UMK itu untuk pekerja lajang sehingga kenaikan UMK sebesar 8,51
persen tersebut dirasa cukup.
Berbeda dengan kebutuhan pekerja yang sudah berumah tangga dan memiliki
tanggungan anak serta istri. Kenaikan 8,51 persen dianggap kecil.
"Kami akan meminta bagaimana kelebihannya dari 8,51 persen kalau bisa dilebihin
5 persen. Dengan catatan ditutup impornya agar perusahaan kuat lagi dan kalau
ada kerjaan, perusahaan bisa bayar upah," katanya.
Uben menilai, jika kenaikan upah akan berimbas pada kemampuan perusahaan
untuk membayar gaji.
Pasalnya saat ini, kata Uben banyak perusahaan-perusahaan tekstil di Kabupaten
Bandung yang tengah mengahadapi gempuran produk impor sehingga tidak mampu
bersaing.
"Yang menjadi masalah kemampuan perushaaanya, apakah mampu membayar atau
tidak? dengan masuknya barang impor masuk ke kita, dengan harga jauh lebih
Page 279 of 329.

