Page 281 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 OKTOBER 2019
P. 281

murah sekitar 20-50 persen, otomatis produksi berhenti, kalau produksi terhenti
               jangankan untuk membayar upah," katanya.

               Oleh karena itu SPSI Kabupaten Bandung meminta kepada pemerintah untuk
               menghentikan impor, khususnya produk yang sudah ada di Indonesia, semisal
               produk bahan baku kain atau tekstil yang ada di Kabupaten Bandung .

               Menurutnya, dalam kasus ini pemerintah bisa menghentikan impor karena
               sebelumnya sudah ada perjanjian internasional terkait ekonomi terbuka.

               "Upah sekarang (UMK) itu untuk karyawan 0 tahun ke bawah, sementara untuk
               karyawan yang di atas 2-3 tahun ke atas sekarang itu sudah lebih dari Rp 4 juta
               upahnya. Ada yang sampai Rp 5-6 juta juga tergantung keahliannya," ungkapnya.

               "Ini akan sangat berat bagi pengusaha. Ini juga sudah jelas PHK sudah di depan
               mata. Harusnya banyak ekspor bukan malah impor, sudah importirnya tutup oleh
               pemerintah," tambahnya.

               Uben menambahkan, sesuai instruksi Bupati Bandung, Dadang Naser, kenaikan
               upah minimum di Kabupaten Bandung sebesar 8,51 persen akan mulai diberlakukan
               tanggal 20 November.

               Berdasarkan Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor B-
               m/308/HI.01.00/X/2019 tanggal 15 Oktober 2019 tentang Penyampaian Data
               Tingkat Inflasi Nasional dan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Tahun 2019.

               Kenaikan UMP dan UMK di 2020 didasari data dari Badan Pusat Statistik Nasional
               (BPS) yang mengatakan inflasi nasional sebesar 3,39 persen dan pertumbuhan
               ekonomi nasional sebesar 5,12 persen jadi kenaikan UMP dan UMK 2020 ini sebesar
               8,51 persen.

































                                                      Page 280 of 329.
   276   277   278   279   280   281   282   283   284   285   286