Page 282 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 OKTOBER 2019
P. 282

Title          UMK SUDAH NAIK 8,51 PERSEN, SPSI KABUPATEN BANDUNG MINTA NAIK 13 PERSEN, INI
                              ALASANNYA
               Media Name     jabar.tribunnews.com
               Pub. Date      18 Oktober 2019
               Page/URL       https://jabar.tribunnews.com/2019/10/18/umk-sudah-naik-851-persen-spsi -kabupaten-
                              bandung-minta-naik-13-persen-ini-alasannya
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive










               Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin TRIBUNJABAR.ID, SOREANG -
               Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2020 ditetapkan mengalami kenaikan
               sebesar 8,51 persen. Serikat pekerja Kabupaten Bandung berharap kenaikan UMK
               mencapai 12-13 persen.

               Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Bandung , Uben Yunara
               menuturkan para pengusaha di Kabupaten Bandung khususnya Bandung raya
               menggunakan parameter UMK dalam menentukan kenaikan upah minimum.

               "(Iuran) BPJS aja naiknya 100 persen, UMK masa 8,51 persen, itu terlalu kecil,
               mininal naiknya menjadi 12-13 persen. Jadi yang tadinya Rp 2,8 juta (UMK
               Kabupaten Bandung ) menjadi sekitar Rp 3,3 juta," katanya melalui telepon seluler,
               Jumat (18/10/2019).

               Menurutnya UMK itu untuk pekerja lajang sehingga kenaikan UMK sebesar 8,51
               persen tersebut dirasa cukup. Berbeda dengan kebutuhan pekerja yang sudah
               berumah tangga dan memiliki tanggungan anak dan istri kenaikan 8,51 persen
               sangatlah kecil.

               "Kami akan meminta bagaimana kelebihannya dari 8,51 persen kalau bisa dilebihin
               5 persen. Dengan catatan ditutup impornya agar perusahaan kuat lagi dan kalau
               ada kerjaan perusahaan bisa bayar upah," katanya.

               Uben menilai jika upah dinaikan ini akan berimbas pada kemampuan perusahaan
               untuk membayar gaji. Pasalnya saat ini, kata Uben banyak perusahaan-perusahaan
               tekstil di Kabupaten Bandung yang tengah mengahadapi gempuran produk impor
               sehingga tidak mampu bersaing.

               "Yang menjadi masalah kemampuan perushaaanya, apakah mampu membayar atau
               tidak? dengan masuknya barang impor masuk ke kita, dengan harga jauh lebih
               murah sekitar 20-50 persen, otomatis produksi berhenti, kalau produksi terhenti
               jangankan untuk membayar upah," tuturnya.

               Oleh karena itu SPSI Kabupaten Bandung meminta kepada pemerintah untuk
               menyetop produk impor. Khususnya produk yang sudah ada di Indonesia, seperti



                                                      Page 281 of 329.
   277   278   279   280   281   282   283   284   285   286   287