Page 284 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 OKTOBER 2019
P. 284
Title UMP 2020 NAIK 8,51 PERSEN, MENAKER : PRO-KONTRA BIASA
Media Name bisnis.com
Pub. Date 18 Oktober 2019
https://ekonomi.bisnis.com/read/20191018/12/1160771/ump-2020-naik-851- persen-
Page/URL
menaker-pro-kontra-biasa
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
JAKARTA-- Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri tak mempermasalahkan adanya pro-
kontra terkait kenaikan upah minium provinsi 2020 sebesar 8,51 persen.
Keputusan tersebut, ujar Hanif, sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 78
Tahun 2015 yang mengamanatkan kenaikan UMP tiap tahun didasarkan atas besaran inflasi
nasional dan pertumbuhan ekonomi nasional.
"Namanya pro-kontra biasa. Tapi pertama, posisi saya sebagai menaker [menteri
ketenagakerjaan] kan menyampaikan data kepada para gubernur terkait data inflasi
nasional dan pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2019. Yang ini total angkanya 8,51
persen [kenaikan]. Jadi bukan aku yang mutusin," kata Hanif di Istana Negara, Jumat
(18/10/2019).
Dalam Surat Edaran Menteri Nomor B-M/308/HI.01.00/2019 yang ditujukan pada gubenur
se-Indonesia disebutkan tolak ukur besaran inflasi nasional yang dimaksud adalah sebesar
3,39 persen dan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12 persen.
Sebagai informasi, dalam surat edaran tersebut Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri
menyatakan para Gubenur wajib mengumumkan kenaikan UMP tersebut secara serentak
pada 1 November 2019, sedangkan untuk UMK selambat-lambatnya ditetapkan dan
diumumkan pada 21 November 2019.
Surat tersebut juga menyatakan, berdasarkan Pasal 63 PP No 78/2015 tentang
Pengupahan, bagi daerah dengan UMP/UMK pada 2015 masih di bawah nilai kebutuhan
hidup layak (KHL), wajib menyesuaikan upah minimumnya sama dengan KHL paling lambat
pada penetapan upah minimum 2020.
Pada saat yang sama, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani
mengaku keberatan atas angka kenaikan UMP tersebut.
"Itu berat sekali.
Base line jangan 8,5 persen. Sebelum 2016, kenaikannya luar biasa. Average kalau kami
menghitung rata-rata naiknya selama kurun waktu lima tahun terakhir lebih dari 20 persen.
Bayangin aja itu UMP rata-rata [kenaikan] 20 -30 persen," ujar Hariyadi.
Page 283 of 329.

