Page 318 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 OKTOBER 2019
P. 318
Title MENAKER: UMP NAIK 8,51%, TAK PERLU RIBUT-RIBUT UPAH NAIK
Media Name cnbcindonesia.com
Pub. Date 18 Oktober 2019
https://www.cnbcindonesia.com/news/20191018192917-4-108239/menaker-ump -naik-
Page/URL
851-tak-perlu-ribut-ribut-upah-naik
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri meminta kepada semua pihak
untuk menerima kenaikan upah minimum provinsi (UMP) 2020. UMP 2020 dihitung
oleh Menaker bakal naik 8,51%.
Hanif mengatakan kenaikan UMP sudah diatur oleh UU dan wajib setiap tahun.
Selain itu, pemerintah mengupayakan kenaikan UMP bisa diterima buruh dan
pengusaha.
"Jadi menurut saya ini harus diterima oleh semua pihak. Buruh pun kalau ditanya
puas terhadap kenaikan UMP ya bilangnya nggak," katanya di Jakarta, Jumat
(18/10).
Dalam konteks PP No 78 2015 tentang pengupahan yang jadi dasar formula
kenaikan UMP, pemerintah ingin memberikan kepastian kepada dunia usaha agar
bisa memprediksi jauh-jauh hari soal kenaikan upah. Selain itu, pekerja juga punya
kepastian soal berapa kenaikan upah yang akan mereka terima.
"Salah satu cara pemerintah dalam bantu dunia usaha. dan pekerja sendiri ada
kepastian mengenai kenaikan upah setiap tahun. Kasarnya nggak perlu ribut-ribut
upah udah naik," katanya.
Ia juga mengingatkan buruh dan pengusaha untuk menghormati ketetapan
kenaikan UMP 2020 yang akan ditetapkan oleh masing-masing gubernur 1
November 2019 nanti. UU juga memberikan ruang bagi pengusaha bila tak kuat
memberikan UMP maka bisa mengajukan penangguhan, asalkan jangan sampai tak
memberikan upah di bawah UMP karena ancamannya pidana.
"So far jalan. Kalau nggak kuat bisa mengajukan penangguhan upah. Kan itu
mekanisme yang ada. Kalau nggak bayar kaya gitu, nggak bisa," kata Hanif.
Page 317 of 329.

